Warga Demak Kekeringan, Polres Droping Air Bersih

Desa Kedondong dan Raji Kecamatan Demak Kota sudah dua bulan terakhir mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka harus membeli air dari penjual keliling.

DEMAK – Kemarau masih berlangsung hingga saat ini. Sejumlah wilayah di Kabupaten Demak mengalami kekeringan.

Dropping air bersih di Kabupaten Demak, Rabu (11/9/2019). Foto: metrojateng.com

Dua di antaranya adalah Desa Kedondong dan Raji Kecamatan Demak Kota sudah dua bulan terakhir mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka harus membeli air dari penjual keliling.

Biasanya, untuk keperluan mandi dan mencuci di sungai. Namun, sejak memasuki musim kemarau, sungai tidak lagi dialiri air.

Suwesti (35), warga Desa Kedondong mengatakan bahwa dia membeli air sekitar 6 jiriken untuk keperluan selama satu sampai dua hari. Harga satu jeriken Rp 3.500.

“Kalau air benar-benar sulit sejak dua bulan ini. Semua sungai kering, tidak ada airnya,” katanya, Rabu (11/9/2019)

Dia terpaksa membeli air jeriken untuk keperluan mandi, mencuci sekaligus memasak. “Satu sampai dua hari bisa enam jiriken, satunya harga Rp 3.500 per jiriken,” ucapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Arwani (45), warga Desa Raji, yang sudah dua bulan mengeluarkan uang untuk membeli air jiriken.

“Kalau kemarau sudah empat bulan, tapi air mulai sulit dua bulan terakhir. Ya, akhirnya harus beli, enam jeriken untuk 5 hari,” paparnya.

Sementara, Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar ikut menyalurkan bantuan air bersih ke dua desa tersebut. Sedikitnya ada 10 tangki untuk Desa Raji dan Kedondong.

“Kami salurkan bantuan kepada warga di dua desa tersebut karena memang membutuhkan air bersih. Ini juga Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari,” tandas dia.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.