Walikota Solo Siap di Panggil Bareskrim

Wali Kota Solo FX.Hadi Rudyatmo mengklaim novum atau bukti baru yang diserahkan Pemkot dalam pengajuan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus sengketa Sriwedari benar adanya. Foto: metrojateng.com/Raditya Erwiyanto
Wali Kota Solo FX.Hadi Rudyatmo mengklaim novum atau bukti baru yang diserahkan Pemkot dalam pengajuan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus sengketa Sriwedari benar adanya. Foto: metrojateng.com/Raditya Erwiyanto

SOLO– Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo menyatakan diri tak gentar menghadapi ahli waris Wirdjodinigrat, terkait sengketa lahan Sriwedari ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Bahkan secara tegas, pria yang sering disapa Rudy ini siap diperiksa terkait permasalahan tersebut.

“Silahkan saja, tidak apa-apa kalau saya dilaporkan dalam masalah itu (sengketa Sriwedari). Kalau dipanggil ya saya akan datang, namun sampai sekarang ini belum ada surat pemanggilanya,” terang Rudy saat ditemui awak media, di ruang kerjanya, Rabu (3/5) kemarin.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Solo ini mengklaim novum atau bukti baru yang diserahkan Pemkot dalam pengajuan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus sengketa Sriwedari benar adanya. Dalam PK tersebut Pemkot menyebut sesuai Recht Van Eigendom (R.V.E.) Verp. No. 295 luas tanah Sriwedari adalah 99.000 meter persegi.
Bukti baru tersebut diklaim Pemkot asli dan baru ditemukan pada pertengahan Januari 2015. Hal ini sekaligus menepis tudingan Wali Kota telah memberikan sumpah palsu.
“Jadi tidak ada sumpah palsu. Itu bukti baru kita dan R.V.E.-nya yang disodorkan asli luasan tanahnya 99.000 meter persegi. Kalau dulu R.V.E. luasannya hanya 3,4 hektare,” jelasnya.
“Saya mengajak kepada masyarakat Kota Solo, bahwa tanah di Sriwedari itu merupakan milik negara, bukan milik pribadi perorangan. Sehingga perjuangan seorang Wali Kota itu bukan atas nama pribadi, namun atas nama masyarakat,” tegas Rudy. (Dit)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

90 − = 85

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.