Walikota: Ojek Online Jangan di Kota Magelang

MAGELANG – Walikota Magelang, Sigit Widyonindito melarang beroperasinya ojek berbasih aplikasi online, seperti Go-jek. Pihaknya ingin melindungi moda transportasi yang selama ini sudah ada, seperti angkutan kota dan taksi.

“Ya saya harus melindungi angkutan yang sudah lebih dulu ada. Secara pribadi saya tahu keberadaan ojek online dengan tarif yang lebih murah,” katanya.

Ia mempertimbangkan kondisi Kota Magelang yang tidak terlalu besar, bukan metropolitan. Sehingga belum perlu ada ojek online.

Dikatakan Sigit, upaya perlindungan itu seperti halnya yang pernah ia lakukan terhadap pasar modern. Selama tujuh tahun, ia mengaku dirayu untuk membuat pasar modern. Namun demi melindungi keberadaan warung tradisional di kampung-kampung, maka ia keberatan didirikan pasar modern.

“Kalau ada pasar modern maka warung di belakang pasti sepi. Padahal mereka butuh makan, butuh peningkatan ekonomi untuk menyekolahkan anak-anak,” katanya.

Sigit juga dengan tegas tidak akan memberikan izin dan rekomendasi terhadap keberadaan ojek online berbasis aplikasi tersebut. “Ya nggaklah, saya ngeboti rakyatnya. Ojek online jangan di Kota Magelang,” katanya.

Kendati demikian, belum ada surat pelarangan resmi yang dikeluarkan pemerintah Kota Magelang. Walikota Sigit mengatakan, pihaknya akan mengkaji lagi apakah akan ada penambahan angkutan terkait untuk lebih melayani masyarakat.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Awak Angkutan Magelang (Forkam) mendatangi kantor Dinas perhubungan Kkota Magelang. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi. Mereka menolak keberadaan ojek berbasis aplikasi online, Go-jek, yang sejak satu bulan terakhir sudah beroperasi di Magelang. Keberadaan ojek online ini berdampak pada  berkurangnya pendapatan para awak angkutan. (MJ-24)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

20 − 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.