Wali Kota Semarang : Teguran Bawaslu ke Ganjar Preseden Buruk

Pilpres 2019

Hendi meminta Bawaslu segera mengoreksi atau meninjau ulang keputusannya

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, memberikan pernyataan keras kepada Bawaslu Jateng yang melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan beberapa kepala daerah pendukung Capres Jokowi.

Wali Kota Hendrar Prihadi usai upacara di halaman balaikota Semarang, Senin (25/2/2019).

Ia menyatakan langkah Bawaslu tersebut adalah preseden buruk bagi perkembangan dan pendewasaan politik di tanah air. Ia meminta Bawaslu segera mengoreksi atau meninjau ulang keputusannya.

‘’Ini memang seksi sekali, Bawaslu berani menegur Gubernur, Kepala Daerah, seksi sekali. Tapi jangan seperti itu, ini jadi preseden buruk. Terutama buat kita-kita yang hari ini ada di wilayah politik,’’ kata wali kota yang juga politisi PDI Perjuangan ini usai upacara di balaikota, Senin (25/2/2019).

Dia menjelaskan selama proses politik Pemerintah Kota Semarang tentu saja tidak akan membeda-bedakan pelayanan kepada masyarakat. Dia menjamin hal tersebut tidak akan terjadi, pelayanan kepada masyarakat akan tetap dilakukan seperti biasa.

Pelayanan kepada masyarakat ditegaskan tidak akan memilih-memilih dan mendikotomi warga sesuai dengan partai yang didukungnya. Tapi semuanya akan dilayani dengan sama secara baik.

”Baik yang warnanya merah, kuning, biru pasti kita layani baik. Tapi boleh dong, pada saat kita ada tugas dari sebuah partai, kita harus menjalankan tugas itu dengan baik, sepanjang tidak mengganggu pelayanan. Dan pelayanan kami tidak ada sekat-sekat lho,’’ tegasnya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi menegaskan, keputusan Bawaslu yang hari ini memberikan sanksi dan mengirimkan rekomendasi kepada Mendagri untuk memberikan peringatan kepada 35 kepala daerah termasuk Gubernur Ganjar Pranowo, harus ditinjau ulang atau dikoreksi.

‘’Saya tidak sepakat dan protes keras, yang dilakukan Bawaslu hari ini dengan menegur Pak Gubernur dan Kepala Daerah adalah hal yang harus dikoreksi,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.