Wali Kota: Perpanjangan Waktu Proyek Pasar Wonodri Tak Langgar Aturan

Ada celah aturan yang bisa dipakai sebagai dasar untuk perpanjangan waktu pengerjaan sebuah proyek pembangunan.

 

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kembali menegaskan bahwa perpanjangan waktu pembangunan Pasar Wonodri telah sesuai dengan peraturan. Hal itu demi kepentingan pedagang yang sementara ini berada di jalan raya, agar secepatnya bisa kembali berjualan di dalam pasar.

Ia menegaskan perpanjangan tersebut telah melalui proses koordinasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). “Perpanjangan (waktu pengerjaan) Pasar Wonodri itu adalah hasil koordinasi dengan TP4D. Pertimbangannya persoalan sosial, supaya pedagangnya bisa (kembali) masuk (berjualan di dalam pasar),’’ katanya di sela acara peresmian kegiatan tahun anggaran 2018 Pemkot Semarang di balai kota Semarang, Selasa (15/1/2019).

Hendi, sapaan akrab wali kota, juga menegaskan hal itu tidak ada aturan yang dilanggar. Ada celah aturan yang bisa dipakai sebagai dasar. Sehingga pembangunan Pasar Wonodri akhirnya bisa diselesaikan sampai tanggal 20 Januari mendatang.

“Ada celah aturan yang bisa dipakai, akhirnya hari ini bisa diselesaikan sampai tanggal 20 Januari,’’ tegasnya.

Seperti diketahui, pengerjaan proyek pembangunan Pasar Wonodri hanya selesai 85 persen sampai akhir tahun 2018. Namun demi mengejar selesai 100 persen, alih-alih memblacklist kontraktor atau rekanan, Pemkot Semarang justru memperpanjang waktu pengerjaan 25 hari, dari 26 Desember sampai 20 Januari 2019. (duh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.