Wali Kota Jamin Tak Ada Backhoe dalam Penertiban Pasar Peterongan

Wali kota meminta komitmen para pedagang untuk dapat segera tertib berjualan dengan menempati area dalam pasar yang kosong.

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan tak akan melakukan penertiban paksa sampai menggunakan alat berat dalam melakukan penataan wilayah sekitar Pasar Peterongan.

Wali Kota Hendi di dampingi Dinas Perdagangan beraudiensi dengan pedagang Pasar Peterongan yang akan ditertibkan. Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Dirinya lebih memilih untuk memberi keleluasaan kepada 601 pedagang yang saat ini memenuhi area luar Pasar Peterongan, untuk secara mandiri membongkar lapaknya masing – masing.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut saat mengundang perwakilan pedangang Pasar Peterongan ke kantornya untuk berdiskusi, Senin (4/11/2019). Hendi secara khusus berdikusi langsung dengan para pedagang untuk menghindari gesekan dalam penertiban pedagang yang berjualan di luar Pasar Peterongan.

Namun dalam pertemuan tersebut Hendi juga menyampaikan jika tak ingin penataan wilayah sekitar Pasar Peterongan kemudian menjadi berlarut – larut. Maka dari itu wali kota meminta komitmen para pedagang untuk dapat segera tertib berjualan dengan menempati area dalam pasar yang kosong.

Hendi kemudian mempersilahkan para pedagang untuk menentukan sendiri tenggat waktu yang dirasa cukup untuk membereskan lapaknya yang ada di luar pasar. Ditentukan kemudian batas waktu selama dua minggu untuk para pedagang bisa masuk berjualan ke dalam pasar.

‘’Mau dipilih lagi atau tidak sebagai kepala daerah nantinya buat saya masalah belakangan, yang pasti niat saya ikhlas membangun kota ini menjadi bagus dan tidak ada masyarakat yang kesusahan. Kondisi wilayah sekitar Pasar Peterongan dengan banyak pedagang di jalan saat ini banyak dikeluhkan, namun saya juga tidak ingin mempersulit pedagang yang harus ditertibkan,’’ jelas Hendi.

‘’Untuk itu hari ini saya berterima kasih kepada bapak ibu pedangan yang telah berkomitmen dalam waktu 2 minggu membongkar lapaknya sendiri. Saya jamin tidak akan ada backhoe atau alat berat lainnya ke Peterongan untuk penertiban,’’ tegasnya.

Budi, yang sehari – hari berjualan di area luar Pasar Peterongan mengatakan dengan adanya pembicaraan ini, pedagang setuju untuk membongkar sendiri lapaknya dan relokasi ke dalam pasar.

Sedangkan Kus salah satu pedagang lainnya meminta agar Pemerintah Kota Semarang serius melakukan penertiban secara menyeluruh. ‘’Saya terima bila harus ditertibkan, tapi penertiban harus menyeluruh, semua dipindah, termasuk pedagang pasar pagi juga dipindah,’’ pintanya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta menuturkan akan memindahkan pedagang pasar pagi di Peterongan ke Pasar Banyumanik.

‘’Rencana kami untuk pedagang pasar pagi dari Bandungan yang biasanya berjualan sampai jam 06.00 akan dialihkan ke Pasar Banyumanik,’’ jelasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.