Wakil Wali Kota Magelang Bangga Lomba Roket Air Didominasi Peserta Perempuan

?

 
MAGELANG Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina mengaku bangga, karena peserta Kompetisi Roket Air (KRA) banyak diikuti oleh peserta perempuan. Hal itu menunjukkan pengarusutamaan gender di Kota Magelang sudah semakin meningkat.
 “Wanita sudah banyak yang ikut berkompetisi di bidang teknologi. Ini sangat membanggakan,” kata Windarti di sela-sela acara KRA di Lapangan Rindam IV Diponegoro Kota Magelang, Selasa (25/7).
 Dikatakannya,  Pemkot Magelang sangat mendukung kompetisi ini. Apalagi, di tengah budaya serba instan menjadi tugas bersama untuk memupuk kemampuan berpikir kritis dan membudayakan riset di kalangan anak muda.
 Windarti mengemukakan, kompetisi roket ini dapat menumbuhkan semangat inovasi dan kreasi IPTEK di tingkat pelajar SMP. Kegiatan edukatif yang mengimplementasikan sains yang mudah, murah, dan menyenangkan. Harapannya bisa diadakan di semua tingkatan, sehingga budaya IPTEK benar-benar mengena.
 KRA diikuti sebanyak 78 siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat. Mereka berasal dari  13 SMP/sederajat di Kota Magelang.
 Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok masing=masing berisi 2 orang. Setiap kelompok bekerja sama menghasilkan roket air dengan luncuran terbaik dan tepat sasaran. Masing-masing kelompok diberi dua kesempatan untuk meluncurkan roket yang sudah dibuat sebelumnya.
 Dari dua kali kesempatan peluncuran, ada kelompok yang langsung meluncurkan roket dengan baik dan ada pula yang gagal. Meski begitu, para peserta tampak senang dan semangat mengikuti kompetisinya.
        Seperti diungkapkan Ipnu, pelajar SMP 4 Magelang yang satu tim dengan Kurniawan bahwa, kompetisi roket air ini sangat menyenangkan. Ia pun baru kali ini belajar membuat roket air dan ikut kompetisi.
 Ia mengaku sangat menikmati proses pembuatan roket air karena memang mengasyikkan dan penuh tantangan.
 “Apalagi kalau roket bisa meluncur dan tepat sasaran. Posesnya bisa dari ukur tekanan,mengisi roket dengan air, atur derajat, dan melihat arah angin, ujarnya.
         Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang, Arif Barata sebagai penyelenggara menjelaskan, kompetisi ini bagian dari apresiasi budaya IPTEK. Juga menumbuhkan minat pelajar SMP terhadap IPTEK, minimal roket air sejak dini.
 Pihaknya ingin n mengenalkan teknologi dengan pembelajaran sains yang menyenangkan.”Agar anak-anak senang, maka Iptek harus diajarkan dengan cara mengasyikkan,” katanya. 
 Kompetisi ini sekaligus membudayakan iklim kompetitif di tingkat pelajar. Para pelajar nantinyaakan memperebutkan jura 1-3 dan harapan 1-3, dengan total hadiah sebesar Rp7.750.000.
 Masih ditambah lomba yel-yel dan foto selfie memperebutkan juara 1-3 dan favorit dengan hadiah masing-masing juara 1 Rp 750.000, juara 2 Rp 500.000, juara 3 Rp 250.000, dan juara favorit Rp 750.000.(MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

47 − 43 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.