Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tersangka-Kabidhumas Polda Jateng kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna , dalam konferensi Pers di Loby Mapolda Jateng hasil penyidikan menetapkan WES sebagai tersangka.Selasa (29/9).(tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Peristiwa dangdutan di Tegal Kota yang meminta ‘korban’ jabatan Kapolsek terus bergulir. Setelah Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno dicopot dari jabatannya karena tak berani membubarkan, kini giliran Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) dijadikan tersangka.

Perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah terhadap 19 orang saksi kasus di Kota Tegal, WES, penyelenggara dangdutan di kota Tegal  sudah ditetapkan  sebagai tersngka. Penetapan tersangka ini dikemukkan oleh  Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Iskandar Fitriana Sutisna dengan awak media. Selasa (29/9/2020)  dalam  konferensi Pers di depan Loby Lantai 1 Mapolda Jateng.

“Kita tahu, p saksi-saksi yang sudah diperiksa berjumlah 19 orang. Artinya 3 saksi ahli dari Hukum Pidana, Ahli Kesehatan, dan Ahli Bahasa. Saksi lain dari sipil maupun anggota sudah kami periksa berjumlah 16 orang. 5 orang diantaranya dari anggota Polri. Beberapa barang bukti sudah kami sita yaitu surat keterangan, surat-surat yang diajukan dari awal dan setelah ada pencabutan dari Polsek itu juga menjadi barang bukti ” ungkap Iskandar Fitriana Sutisna 

Dijelaskan awal pengajun kegiatan ini yang diajukan kepada Polsek menyebutkan,  bahwa kegiatan tersebut tidak akan ada panggung sebesar itu dan tidak ada musik. Setelah Polsek tahu  kegiatan menyelenggarakan dangdutan yang cukup besar maka ijin tersebut dicabut oleh Polsek. Tetapi hal ini tidak dihiraukan oleh penyelenggara dan tetap melaksanakan kegiatan.

“Penyidik Polda Jateng dan Polres Tegal Kota tidak pandang bulu  siapapun  yang melanggar protokol kesehatan tetap ditindk.  oleh sebab itu tersangka dijerat 2 pasal yaitu pasal 93 UU No 6 tentang kesehatan dan pasal 216 KUHP ” Tegas Iskandar 

Polda Jawa Tengah membentuk Tim Gabungan antara Polda Jateng, Polda IV/Diponegoro dan Satpol PP. Yang menjadi garda terdepan saat ini yaitu Satpol PP dalam penegakan Yustisi. Pelaksanaan Operasi Yustisi yang dilaksanakan sejak t 14 sampai 28 September. Dengan hasil total kesuluruhan 22.000 kali dan pelanggaran atau tindakan sudah ada teguran lisan maupun teguran tertulis pada masyarakat  172 kali kegiatan. 

Ditmbahkn Kabidhumas , Polda Jateng melakukan pemeriksaan terkait penyelenggaraan konser dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal pada Rabu (23/9/2020) malam. WES dianggap melanggar hukum karena menggelar pesta hajatan dengan dangdutan di tengah pandemi dan tak mengindahkan peringatan yang diberikan pihak kepolisian. (tya)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.