Virus Berbahaya Akibat BAB Sembarangan Jadi Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Satu orang buang air besar sembarangan, maka ada 3 miliar bakteri dan virus yang tersebar.

Ganjar bersama Ketua Yayasan Wahana Bakti Sejahtera, Budi Laksono saat menggelar jambanisasi di Wonosobo. (istimewa)

 

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sedang menggiatkan peningkatan fasilitas sanitasi milik warganya. Di sela kegiatan jambanisasi di Kabupaten Wonosobo, Ganjar mengaku memasang target gerakan tidak buang air besar sembarangan atau disebut Open Defecation Free (ODF) mencapai 100 persen pada 2021 mendatang.

“Gerakan 100 persen ODF ini memang kami kebut sebagai langkah menekan angka kemiskinan dari subsektor yang terkecil yakni persoalan sanitasi. Kalau masyarakat tidak buang air besar sembarangan, maka mereka akan menjadi sehat dan tentunya lebih sejahtera,” ungkap Ganjar, dalam keterangan resmi yang diterima metrojateng.com, Minggu (3/3/2019).

Menurutnya perilaku buang air besar sembarangan telah membuat masyarakat rentan diserang penyakit. Sejumlah penyakit berbahaya disebabkan dari virus yang bersumber dari sanitasi tidak sehat.

Ia menyebut penyakit yang dipicu buruknya sanitasi yaitu tipes, kolera, disentri, diare dan penyakit pencernaan lainnya.

“Ada tipes, kolera, disentri, diare dan banyak penyakit lainnya. Bahkan ada penelitian bahwa penyebab orang di Indonesia masuk rumah sakit yang terbesar adalah dari virus akibat sanitasi ini. Kalau dikapitalisasi, kerugian negara akibat penyakit dari sanitasi buruk ini bisa mencapai triliunan rupiah,” paparnya.

Kendati demikian, diakuinya sejauh ini masih ada beberapa kabupaten dan kota yang belum 100 persen ODF. Ia berjanji terus mendorong BUMN maupun swasta untuk gotong royong menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Sekarang adalah momentum yang baik, kita semua gotong royong untuk menyelesaikan persoalan ini. Kalau dulu target 2019 bisa 100 persen ODF namun belum tercapai, maka saya optimis di tahun 2021 bisa tercapai,” bebernya.

Ia menganggap masih banyak masyarakat yang pola pikirnya belum menyadari pentingnya sanitasi sehat.

“Ada lho masyarakat yang sebenarnya mampu membuat jamban, tapi lebih senang buang air besar di sungai. Ini kan soal perilaku dan pola pikir, jadi nanti sosialisasi akan kami gencarkan dengan menggandeng masyarakat, bisa PKK, Pramuka, LSM dan sebagainya,” katanya.

Ketua Yayasan Wahana Bakti Sejahtera, Budi Laksono menerangkan, meskipun Indonesia sudah merdeka sejak lama, namun sampai saat ini persoalan sanitasi bersih masih terabaikan. Tercatat, sebanyak 22 juta lebih masyarakat Indonesia masih belum memiliki akses sanitasi sehat.

“Selama ini, penyakit yang diakibatkan oleh perilaku buang air besar sembarangan menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia,” terangnya.

Tercatat ada 150.000 jiwa melayang akibat penyakit-penyakit ini selama setahun di Indonesia. Satu orang buang air besar sembarangan, maka ada 3 miliar bakteri dan virus yang tersebar. Virus-virus itulah yang menyebabkan berbagai penyakit seperti polio, disentri, tipes, diare. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.