Viral Guru SMK di Kendal ‘Dikeroyok’ Siswa, Ternyata Ini yang Terjadi

Usai kejadian guru dipanggil dan diberi teguran, sedangkan yang terlibat dalam video tersebut juga sudah dilakukan pembinaan,

KENDAL –  Video seorang guru dikeroyok siswa di dalam kelas beredar di media sosial dan menjadi viral. Dalam video berdurasi 24 detik terlihat seorang guru menegur siswa lalu siswa mendorong guru hingga saling tendang.

Seorang warga melihat video guru SMK dikeroyok. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Tidak hanya satu dua siswa namun lima siswa ikut mengeroyok guru hingga sepatu sang guru terlepas. Video yang direkam salah satu siswa kemudian beredar di media sosial dan menjadi viral.

Belakangan diketahui peristiwa tersebut terjadi di ruang kelas X Teknik Kendaraan Ringan, SMK NU 3 Kaliwungu Kendal. Kepala SMK NU 3 Kaliwungu, Muhaidin mengakui video direkam di lingkungan sekolahnya.

Menurut dia, kejadian itu direkam pada Kamis (8/11) kemarin saat jam pelajaran teknik otomotif dengan guru pengampu JS.

“Menjelang akhir pelajaran usai siswa ramai bercanda dan saling lempar kertas. Salah satu lemparan mengenai guru dan meminta siswa untuk mengaku siapa yang melempar. Siswa tidak ada yang mengaku tapi sejumlah siswa malah maju ke depan dan bercanda. Guyonan siswa membuat sang guru bereaksi dan saling tendang,” jelas Muhaidin yang ditemui Minggu (11/11/2018) sore.

Kepala SMK NU 3 Kaliwungu dan Kepala LP Ma’arif Kendal memberikan pernyataan terkait beredarnya video pengeroyokan guru oleh siswa yang ramai di media sosial. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Muhaidin mengaku mendengar kegaduhan di dalam kelas tersebut dan saat dilihat suasana kemudian tenang dan pelajaran dilanjutkan seperti biasa.

“Usai kejadian tersebut guru dipanggil dan diberi teguran agar tidak sering bercanda. Siswa yang terlibat dalam video tersebut juga sudah dilakukan pembinaan,” imbuhnya.

Kepala Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kendal, Ibnu Darmawan menyayangkan kejadian tersebut. “Kalau memang benar kami menyayangkan sekali apa yang terjadi di dalam video tersebut. Meski dalam keterangan sekolah hal tersebut hanya guyonan namun tidak sepantasnya siswa melakukan apa yang ada dalam video tersebut,” katanya.

Pihaknya sudah memberi teguran kepada guru agar tidak melakukan candaan yang berlebihan saat pelajaran karena bisa ditiru siswa lain. “Kepada siswa juga diberikan pembinaan bahkan kami akan meminta pendidikan karakter siswa ditingkatkan lagi,” ujar Ibnu.

Ibnu Darmawan menegaskan bahwa dalam video tersebut bukan pengeroyokan siswa kepada guru tetapi guyonan yang berlebihan dari siswa kepada gurunya. “Rencananya kami akan mengundang orangtua siswa yang ada dalam video tersebut Senin besok,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.