Vincenzo Annese Eks PSIS Tertarik Besut Klub Liga Primer Ghana

Pria Italia berminat menggantikan Paa Kwesi Fabin yang mengundurkan diri dan dikabarkan bakal melatih di Afrika Selatan.

SEMARANG – Mantan pelatih PSIS, Vincenzo Alberto Annese bisa jadi tak lagi berstatus unemployed. Pria berpaspor Italia itu tertarik kembali ke Liga Primer Ghana untuk membesut salah satu klub papan atas di sana, Asante Kotoko SC.

Vincenzo Alberto Annese saat masih menukangi PSIS

Ghana bukan tempat yang asing bagi Annese. Pelatih yang Agustus kemarin didepak PSIS itu sebelumnya juga pernah berkarir di negaranya Michael Essien, saat menangani Bechem United pada 2017 silam.

Annesse pun telah menegaskan kembali kesiapannya mengisi posisi kursi pelatih Asante Kotoko SC menyusul pengunduran diri Paa Kwesi Fabin, yang dikabarkan bakal melatih di Afrika Selatan.

“Saya memiliki ambisi untuk melatih Asante Kotoko karena ini adalah klub besar tidak hanya di Ghana tetapi juga di Afrika,” katanya kepada Happy FM, seperti dikutip dari ghanasoccernet, Selasa (18/9/2018).

“Jadi, ini adalah klub penting di Ghana, sama seperti Hearts of Oak. Kotoko belum pernah memenangkan liga untuk saat ini. Jadi saya siap untuk pekerjaan Kotoko.”

Selain Annese, sejumlah nama juga dikaitkan dengan Asante Kotoko. Mantan pelatih Hearts of Oak dan Ashanti Gold, C.K Akonnor juga masuk bursa untuk menggantikan Paa Kwesi Fabin.

Asante Kotoko menempati peringkat keempat di Liga Primer Ghana 2018 yang berakhir Juni silam. Klub berjuluk Porcupine Warriors itu merupakan salah satu klub tersukses di Ghana dengan torehan 24 kali juara liga, 8 kali FA Cup, 3 kali Piala Super dan dua kali juara Liga Champion Afrika.

“Ketika saya meninggalkan Ghana, saya pergi ke Liga Premier Palestina sebelum pindah ke Indonesia, jadi saya pikir saya siap,” beber Annese.

Pelatih 34 tahun itu meninggalkan Bechem United untuk bergabung dengan tim Palestina Ahli Al-Khaleel pada 2017. Pada Akhir Maret 2018, Annese berkarir di Indonesia bersama PSIS Semarang.

Namun, dia dicopot dari kursi pelatih Mahesa Jenar setelah gagal membawa timnya bersaing di Liga 1, dengan torehan 5 kali menang, 5 seri dan 10 kali kalah. (twy)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.