Video Pacar Disebar, Ujung-ujungnya Minta Tebusan

Antara pelaku dan korban memang memiliki hubungan asmara kendati hanya melalui media sosial.

MAGELANG – Tim Resmob Polres Magelang meringkus seorang pemuda berinisial AP (21) warga Mungkid, Kabupaten Magelang. Dia ditangkap karena menyebarkan video asusila kekasihnya, AN dan meminta tebusan uang.

Pelaku penyebaran video porno ditahan di Mapolres Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto menjelaskan, pada akhir Januari lalu, korban mengirimkan video dirinya kepada pelaku. Antara pelaku dan korban memang memiliki hubungan asmara kendati hanya melalui media sosial.

AP kemudian berani meminta foto dan juga video korban dengan pose yang tidak senonoh. “Pelaku juga minta korban untuk mengirim video porno,” kata Kompol Eko dalam gelar perkara, Jumat (8/2/2019).

Dijelaskan oleh Eko, antara korban dan pelaku belum lama berkenalan melalui medsos Facebook (FB). Setelah itu berlanjut komunikasi melalui WhatsApp. Meski belum pernah bertemu tatap muka, namun keduanya sepakat menjalin asmara.

Disebutkan pula, saat berkenalan melalui FB, ternyata pelaku menggunakan foto orang lain untuk memikat korban.

Setelah mendapatkan foto dan video korban dengan pose-pose yang seronok, pelaku melancarkan aksinya. Ia mengirimkan foto dan video tersebut kepada dua orang rekannya.

AP juga mengancam akan menyebar foto-foto itu kepada orang lain bila tidak mentransfer sejumlah uang. “Karena takut fotonya disebar, korban sempat mentransfer uang sebesar Rp100 ribu. Sedangkan pelaku minta Rp200 ribu,” terangnya.

Setelah kejadian itu, korban selalu merasa ketakutan dan akhirnya lapor ke Polsek Tegalrejo. Atas laporan itu, tim Resmob segera melakukan penyelidikan.

Pada Rabu (6/2) lalu, sekitar pukul 23.00, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Mungkid. “Saat ini pelaku ditahan di Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Eko.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 45 ayat 4 UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, atau pasal 45 B UU RI no 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008, tentang informasi dan transkasi elektronik dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp 750 juta rupiah.

Petugas juga menyita beberapa brang bukti antara lain 1 buku tabungan atas nama pelaku, 1 ATM dan 1 buah HP. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.