USM Libatkan Belasan Mahasiswa Asing Pelajari Wisata Alam di Jateng

Peserta Summer Camp harus melewati seleksi ketat agar dapat menyisihkan 25 orang pendaftar.

SEMARANG – Universitas Semarang (USM) menggandeng 16 mahasiswa dari delapan negara untuk menggelar Summer Camp bertemakan Cultural Ecology. Kegiatan yang diadakan mulai 17 Juni hingga 20 Juni tersebut dimanfaatkan untuk mengeksplor spot-spot wisata budaya dan alam sehingga dapat dikenal masyarakat dunia.

Para peserta Summer Camp saat berfoto bersama jajaran petinggi kampus USM.

Prof Abdullah Kelib selaku Ketua Yayasan USM memimpin langsung gelaran acara tersebut. Ia menyatakan para peserta Summer Camp harus melewati seleksi ketat agar dapat menyisihkan 25 orang pendaftar.

“Pada akhirnya yang terlibat acara ini menjadib16 mahasiswa saja, mereka dari negara. Proses seleksinya ketat karena harus lah betul mengenai seluk beluk wisata alam yang akan dijelajahi,” ungkapnya kepada metrojateng.com, Senin (17/6/2019).

Ia menjelaskan keenam belas mahasiswa yang dimaksud adalah Ana Katrina C De Guzman dari Filipina, Bih Hua Liew dari Malaysia, Clarissa T Rivera dari Filipina, Dienorrita Binti Basri dari Malaysia, Euclid Ferrer Infante dari Filipina, Faten Ermala Che Othman dari Malaysia, Ha Mai Thy dari Vietnam, Nguyen Thanh Lam dari Filipina, Nguyen Thi My Giau dari Vietnam.

Kemudian ada lagi Nur Hanna Salsabila Muhammad Nasir dari Malaysia, Nurul Ain Simbolon Binti Rizal dari Malaysia, Panupong Sangtong dari Thailand, Rakatovao Mamitiana Mariah dari Madagascar, Silas Hamenyimana dari Brundi, Sulaiman Tayeh dari Thailand, dan Nurtilek Kadyrov dari Republik Kyrgyz.

Sementara Prof Hardani Widhiastuti, mengatakan bahwa program ini untuk menginternasionalisasi kampus yang dapat dilaksanakan dalam bentuk berkala seperti summer camp dan digelar setahun sekali.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Indonesia khususnya Jawa Tengah, dan yang mengikuti kegiatan ini mahasiswa dari luar negeri tidak hanya S1 tetapi sampai S3.

“Kampus juga tidak hanya mengundang tetapi juga mengirimkan, sehingga tidak serta merta mengangkat edaran kemenristek dikti,” bebernya.

Selain penelitian, Memorandum of Understanding (MoU) dapat juga tukar menukar ilmu. “Contohnya Rektor USM Andy Kridasusila pernah menjadi dosen tamu di Universitas Malaysia. Tujuannya mengenalkan USM di kancah internasional dan harapannya ada yang studi di Universitas Malaysia,” tuturnya.

Tatas Transinata, ketua panitia acara mengatakan acara Summer Camp untuk menjelajahi budaya menari, gamelan, masakan, ke Candi Borobudur, Volcano Tour dan Keraton, kemudian ke Dieng di Telaga warna yang disana melakukan observasi tentang gejala alam.

“Sehingga mahasiswa dapat benar-benar mengkonservasi lingkungan alam dan buyanya kehidupan sosial dan sebagai agen perubahan yang sudah baik dan lingkungan kembali asri,” tandasnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.