USAID Asah Kemampuan Generasi Milenial Bekerja di Sektor Garmen

Secara nasional terdapat 60 persen angkatan kerja yang berpendidikan sebatas SMP saja.

SEMARANG – United States Agency for International Development (USAID) membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan meningkatkan keterampilan bagi generasi milenial setempat. Caranya, menurut Toto Purwanto, Chief of Party USAID RWAP, dengan mengadakan kontes menjahit di Semarang.

Sejumlah anak muda saat ikut kontes menjahit di UTC Sampangan, Sabtu (25/8/2018). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Ia menganggap dengan lokasi yang berada di pusat industri, kemampuan anak muda di Jawa Tengah nantinya bisa disalurkan untuk sektor usaha garmen.

“Arahnya agar bisa masuk ke industri garmen. Tetapi mereka juga bisa berwiraswasta. Termasuk menerima jahitan pakaian dan sejenisnya. Yang jelas kami sedang menyiapkan angkatan kerja berkualitas terbaik untuk beberapa tahun ke depan,” ungkapnya, saat menggelar job fair sekaligus lomba menjahit di UTC Sampangan, Sabtu (25/8/2018).

Ia menyebut keahlian menjahit merupakan sarana penting sebagai bekal untuk disalurkan ke industri garmen. Dengan begitu, tambahnya pada masa mendatang bisa mengangkat perekonomian daerah.

“Ini kita baru mulai dan disiapkan lembaga lembaga pelatihannya. Kita melihat angkatan kerja harus disiapkan skillnya untuk disalurkan dalam dunia kerja,” bebernya.

Untuk saat ini, ia menuturkan kebutuhan pekerja untuk sektor garmen masih bervariatif. Pihaknya berjanji akan mencetak pekerja garmen sebanyak-banyaknya.

“Mengingat banyak pelajar yang tidak siap kerja. Makanya kita bekali mereka dulu dengan keahlian-keahlian tertentu,” ujar Toto.

Secara nasional terdapat 60 persen angkatan kerja yang berpendidikan sebatas SMP saja. Di sisi lain, membengkaknya angkatan kerja di usia 15 sampai 60 tahun dan Indonesia akan mencapai bonus demografi pada tahun 2030.

“Kami bersama Disnakertrans Jateng mencoba memanfaatkan bonus demografi dengan banyaknya tenaga kerja. Ini yang coba dimanfaatkan untuk menjaring angkatan kerja sebanyak mungkin,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.