USAID Akan Bantu Kembangkan Teknologi Sistem Lapor Hendi 

Teknologi sistem Lapor Hendi, dinilai perlu dikembangkan agar mampu bekerja lebih cepat dan berkomunikasi dua arah.

Wali Kota Semarang Hendrar prihadi menerima kunjungan delegasi USAID di Gedung Pusat Informasi Publik Balai Kota Semarang, Jumat (8/2/2019). (istimewa)

SEMARANG – Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (United States Agency for International Development / USAID) berkunjung ke Kota Semarang, Jumat (8/2/2019). Anders Mantius, selaku perwakilan delegasi menyatakan, kedatangannya ke Kota Semarang untuk membahas tentang sistem Lapor Hendi yang telah berjalan di Kota Semarang sejak tahun 2016.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. sebelumnya telah bertemu dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk melihat Situation Room milik Pemerintah Kota Semarang.

Anders Mantius mengatakan, bahwa kedatangan USAID sendiri ke Kota Semarang secara spesifik untuk membantu pengembangan sistem Lapor Hendi, agar mampu lebih cepat dalam berkomunikasi dua arah.

Menurut USAID, katanya, sistem Lapor Hendi yang sudah ada sekarang dengan kebutuhan yang semakin besar, penting untuk dikembangkan. Agar mampu secara tuntas menyelesaikan seluruh laporan masyarakat di Kota Semarang.

‘’Adapun harapannya, dengan adanya pengembangan sistem yang fokus dalam peningkatan fungsi komunikasi dua arah, data pelaporan dapat lebih terpantau penyelesaiannya oleh Pemerintah Kota Semarang, serta masyarakat sendiri,’’ terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya menyambut baik perhatian yang diberikan USAID kepada Pemerintah Kota Semarang. Dikatakan, pihaknya sepakat bila sistem Lapor Hendi harus dikembangkan.

Sebabnya menurutnya, sampai tahun 2018 tercatat ada 11.844 laporan yang masuk dan dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang. Itu menunjukkan bagaimana sistem pelaporan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Hendi meyakini bahwa dengan sistem pelaporan yang sudah dikembangkan, dia bersama jajarannya dapat lebih mudah untuk mengelola laporan serta mampu menyelesaikan laporan secara lebih cepat.

‘’Aplikasi Lapor Hendi menjadi salah satu kanal penyerapan aspirasi masyarakat yang terbuka terhadap berbagai saran, masukan, komplain untuk menjadikan wilayah lebih baik,’’ katanya menjelaskan, saat menerima kunjungan delegasi USAID di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Balai Kota Semarang.

‘’Sejak kami luncurkan pada bulan Mei 2016, sistem pelaporan ini telah menjadi saluran yang dipercaya masyarakat untuk menyampaikan uneg-unegnya. Dan untuk kami pun terus berkomitmen untuk meresponnya sebaik mungkin,’’ tambahnya.

Lebih detail dia menjelaskan, bahwa dari seluruh laporan yang masuk ke Pemerintah Kota Semarang, sebanyak 95,2 persen diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 hari. Sedangkan 2,8 persen butuh penyelesaian lebih dari 10 hari, dan sisanya sebanyak 2 persen tidak terverifikasi.

Dari catatan statistik tersebut, dia mengharapakan dengan sistem pelaporan yang baru, maka waktu penyelesaian laporan dapat lebih ditekan menjadi lima hari, dan laporan yang tidak terverifikasi dapat diminimalisasi.  (duh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.