Usai Vonis Kasasi, Taruna Akpol Belum Dieksekusi

Saat ini, tiga taruna yang divonis bersalah masih menjalani pendidikan di Akpol.

SEMARANG- Usai vonis kasasi Mahkamah Agung (MA) turun, taruna Akademi Kepolisian (Akpol), pelaku kasus penganiayaan berujung kematian Brigadar M Adam pada 14 Desember 2017 silam, belum dieksekusi ke tahanan.

Sidang taruna Akpol di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017 lalu. Foto: metrojateng.com

Kabag Humas Akpol, Kombes Pol Eko Waluyo menyebutkan tiga taruna itu telah divonis bersalah bersama seorang rekan lainnya. Tapi ia mengaku Akpol masih bersedia menempuh proses hukum. Saat ini, tiga taruna yang divonis bersalah masih menjalani pendidikan di Akpol.

“Selama ini masih mengikuti prosedur hukum. Pelaku juga masih mengikuti sidang dan pengadilan umum,” ungkapnya, Selasa (27/11/2018).

Total ada empat taruna yang seharusnya mendekam di balik bui, yakni Christian Atmadibrata Sermumes, Gibrail Charthens Manorek, Martinus Bentanone dan Gilbert Jordi Nahumury. Terdapat tiga taruna tingkat III Akpol, Gibrail, Martinus dan Gilbert yang divonis bersalah dalam kasus penganiayaan hingga meninggal terhadap Adam dengan hukuman 6 bulan 20 hari. Sedangkan, Christiani pada vonis PN Semarang dihukum paling berat, yakni penjara selama setahun.

“Dari empat itu, satu sudah diputuskan untuk dikeluarkan. Tiga taruna lain diputuskan untuk dijatuhi sanksi tinggal tingkat,” bebernya.

Humas PN Semarang, Eko Budi Supriyanto mengatakan, MA memperberat hukuman empat terdakwa taruna Akpol melalui putusan kasasi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan
Negeri (Kejari) Semarang menjadi tiga tahun.

Saat ini, katanya, jaksa dan para terpidana sudah menerima salinan putusan dari MA. Dalam salinan putusan itu, jaksa memperberat hukuman empat terpidana yang sebelumnya diputus bersalah dengan hukuman berbeda. Vonis kasasi MA ini sesuai dengan tuntutan jaksa saat bersidang di PN Semarang. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.