Usai Salat Jumat, Warga Bongkar Masjid Terdampak Tol Batang-Semarang

Masjid Mustagfirin yang berdiri di atas tanah wakaf dipindah ke lokasi baru yang lebih luas.

SEMARANG- Lantunan doa sayup-sayup terdengar di serambi Masjid Baitul Al Mustagfirin, Beringin, Ngaliyan, Jumat (28/9/2018). Siang itu menjadi hari yang membekas dalam ingatan para jemaah.

Warga memindahkan kubah Masjid Baitul Al Mustagfirin, Beringin, Ngaliyan, Jumat (28/9/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Tak lain karena selepas Salat Jumat, jemaah masjid tersebut menggelar prosesi selamatan. Beberapa nasi tumpeng bersama lauk pauk dan sayuran tersaji di atas tampah. Acara selamatan di Masjid Mustagfirin itu merupakan ritual sebelum membongkar bangunan masjid tersebut. Tak cuma jemaah pria. Para ibu yang tinggal di kampung sebelah masjid pun ikut berdoa di serambi.

“Sebenarnya banyak kenangan yang membekas selama masjid ini berdiri sejak puluhan tahun. Tapi demi kepentingan jalan tol. Mau gimana lagi. Harus kita relakan bersama, karena sudah ada masjid baru di lokasi lahan penggantinya,” kata Robi, 65 tahun,jemaah setempat.

Dia menambahkan, lahan Masjid Mustagfirin semula berdiri di atas tanah nenek buyutnya. Kemudian, lambat laun diwakafkan untuk dibangun masjid yang digunakan warga sampai hari ini.

Manager Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto mengatakan, pembongkaran masjid itu mulai dikerjakan mulai Jumat (28/9/2018). Pembongkaran dikerjakan dengan mulai mencopot kubah masjid.

Kemudian memindahkan mimbar ke bangunan masjid yang baru lalu disusul pemindahan fasilitas lainnya meliputi bedug, almari dan ornamen hiasan masjid lainnya.

Pantauan Metrojateng.com di lapangan, sejumlah warga bahu-membahu menurunkan kubah masjid. Mula-mula kubah-kubah berukuran kecil dipereteli. Untuk selanjutnya warga mengaitkan seutas tali tambang untuk mencopot kubah utama untuk diturunkan ke lantai.

“Masjid Mustagfirin yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 329 meter persegi selanjutnya dipindah ke lokasi yang baru dengan luasan tanah 670 meter persegi,” imbuh Hadi.

Para jemaah, kata dia, nantinya sudah bisa memakai masjid yang baru untuk menunaikan salat seperti biasanya. “Bangunan masjid yang lama akan dibongkar seluruhnya untuk digunakan sebagai jalan tol Batang-Semarang seksi Ngaliyan,” ujarnya.

Kini ia terus mengebut pembangunan tol seksi Ngaliyan. Saat ini progres sudah mencapai 88 persen. Dalam waktu dekat, terdapat satu titik bangunan lagi yang akan dibongkar yakni masjid dan madrasah di Ngaliyan yang berjarak dua kilometer dari Masjid Mustagfirin.

“Mudah-mudahan akhir Oktober bisa dibongkar. Kami kejar target sesuai instruksi Pak Presiden, akhir 2018 jalur tol di Ngaliyan akan difungsikan perdana,” ungkapnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.