Usai Dilantik Bupati, Kades Diminta Tak Tergiur ‘Uang Haram’

Sepanjang 2018 lalu, belasan Kades yang terjerat kasus hukum akibat tersandung fulus atau uang.

TEGAL – Sebanyak 75 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak Gelombang II 2018 dilantik Bupati Tegal, Umi Azizah di Pendapa Amangkurat, Kamis (7/2/2019). Usai dilantik, para kades diminta untuk menjaga integritas dan tak mudah tergoda dengan ‘uang haram’.

Bupati Tegal, Umi Azizah melantik 75 Kepala Desa (Kades) terpilih Pilkades Serentak Gelombang II di Pendapa Amangkurat. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Sepanjang 2018 lalu, belasan Kades yang terjerat kasus hukum akibat tersandung fulus atau uang. Seperti penyalahgunaan keuangan desa,” tegas Umi dalam sambutan.

Diluar itu pula, sambung Umi, terdapat praktik jual beli jabatan, kemudian pungli terhadap warga dengan membebani sejumlah biaya yang tidak resmi atau tidak wajar dalam pengurusan administrasi dan penerimaan komisi proyek dari rekanan.

Umi menambahkan, godaan lain biasanya datang dari tim sukses yang meminta imbal jasa kepada Kades terpilih. Untuk itu, Umi meminta agar para Kades tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Saya mendengar, ada yang habisnya sampai miliaran rupiah. Hal-hal yang seperti ini tentu akan jadi perhatian aparatur pengawas kerena potensi penyimpanganya besar”, ujarnya.

Dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, Umi menitipkan pesan agar Kades mampu membuat kebijakan publik yang unggul dan bisa melayani warganya dengan baik, tidak korupsi juga tidak ngapusi.

“Masyarakat kita sudah semakin kritis, sudah semakin sadar bahwa setiap rupiah yang dikelola desa harus bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Untuk itu, Umi mendorong kepada para Kades agar setiap pelaksanaan kegiatan selalu menjunjung tinggi transparansi serta melaporkan hasil kerjanya.

“Publikasikan Perdes APBDes berserta rinciannya, pasang papan nama proyek lengkap dengan anggaran biayanya,” tutup Umi. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.