Usai Dihabisi, Mayat Sri Dibuang di Kali Bodri

Dua Hari Disimpan di Kamar Mandi

Dari pengakuan tersangka korban dihabisi Rabu (13/2) dengan menggunakan gunting. Mayat korban sempat disimpan di kamar mandi selama dua hari

KENDAL – Kesal lantaran ditagih utang, Ashar kalap dan menghabisi Sri Setiyawati. Jasad perempuan asal Pandean Lamper Semarang itu kemudian dibuang di Kali Bodri dan sampai hari ini belum ditemukan.

Polisi melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan perempuan yang mayatnya dibuang di Kali Bodri, Senin (18/2/2019). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Terbongkarnya kasus pembunuhan ini setelah Ashar warga Gang Gembyang Kelurahan Patukangan Kota Kendal, menyerahkan diri ke Polsek Genuk. Diantar keluarganya, tersangka mengaku sudah melakukan pembunuhan terhadap Sri Setiyawati.

Tersangka lalu dibawa ke lokasi tempat menghabisi korbannya. Di Perumahan Witjitraland Kelurahan Langenharjo Kota Kendal, Ashar membunuh Sri dan menyimpan mayatnya di kamar mandi hingga dua hari.

Pembunuhan ini dilakukan pada Rabu (13/2). Tetangga di perumahan Witjitraland tidak ada yang mengetahui kejadian ini, namun salah satu warga mengaku mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah.

Tetangga tidak curiga karena rumah tangga Ashar sedang renggang sehingga mengira cek cok biasa. Warga mendengar dua kali teriakan minta tolong dan kemudian tidak terdengar lagi.

“Saya hanya mendengar teriakan minta tolong dari rumah Ashar tetapi tidak tahu ada apa. Setelah itu suasanya sepi tidak ada lagi,” kata  Ainurahma Aulia, warga setempat.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha mengatakan, tersangka mengaku menghabisi korban seorang diri. “Dari pengakuan tersangka korban dihabisi Rabu (13/2) dengan menggunakan gunting. Mayat korban sempat disimpan di kamar mandi selama dua hari dan Jumat (15/2) malam mayat dibawa untuk dibuang ke Kali Bodri,” jelas kasat, Senin (18/2/2019) usai rekonstruksi kasus ini.

Mayat dimasukkan ke dalam karung dan dibawa dengan sepeda motor untuk dibuang. Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan ini, dugaan sementara tersangka emosi saat ditagih utang oleh korban.

“Namun demikian kami masih memeriksa tersangka untuk mengetahui penyebab pembunuhan ini,” imbuh kasat.

Tersangka mengaku emosi ketika korban yang datang ke rumahnya untuk menagih utang. “Ada miskomunikasi, dia (korban) yang menagih hutang ke istri saya. Saya emosi, saya tusuk dengan gunting beberapa kali,” akunya.

Hingga Senin siang mayat korban pembunuhan ini belum ditemukan. Polisi meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal untuk melakukan pencarian dari titik pembuangan hingga ke muara Kali Bodri. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.