Usaha Jus Organik Pelajar Semarang Ini Raup Omzet Jutaan

SEMARANG, METROJATENG.COM Usaha jus buah dan sayuran organik yang ditekuni pelajar di Kota Semarang ini membawa keberuntungan bagi kondisi ekonominya di tengah pandemi Covid-19.

Jus buah dan sayur organik yang dibuat oleh Rida Shafa Salsabila Ananda Putri bersama saudaranya Rafif Abrar Ryanda Putra ternyata sangat diminati oleh pelanggannya.

Jus buah dan sayur organik yang dibuat itu laris manis selama pandemi Covid-19 dan meraup omzet jutaan rupiah per bulannya.

Rida Shafa Salsabila Ananda Putri mengatakan, ide usaha jus buah dan sayur organiknya bermula saat ia dan saudaranya mulai jenuh dengan pandemi dan tidak adanya uang saku kuliah dan sekolah.

Mereka pun mempunyai ide untuk mencari sumber penghasilan dengan membuat jus buah organik yang sudah biasa mereka konsumsi untuk kesehatan keluarganya.

“Kami mencari peluang yang sekiranya sesuai kemampuan dan kegemaran kami, yaitu makanan sehat, dalam hal ini, cold pressed juice yang kami konsumsi hampir setiap hari,” ujarnya yang masih menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Undip Semarang itu, Rabu (22/9).

Dia mengatakan, cold pressed juice dengan jus biasanya sangatlah berbeda karena cold pressed juice ini dibuat dengan cara khusus untuk menjaga nutrisi yang ada tidak hilang.

“Beberapa orang masih sering bertanya, memang apa bedanya cold pressed juice dengan jus biasa. Pada proses pembuatan jus biasa panas oksidasi dari pisau blender membuat sebagian vitamin dan mineral sayur dan buah yang kita gunakan hilang, sedangkan cold pressed juice menggunakan teknik perasan secara perlahan sehingga sangat mengurangi panas dari oksidasi,” jelasnya.

Disebutnya, bahan-bahan yang digunakan juga dipilih secara khusus menggunakan sayur organik tersertifikasi dari petani organik di Kopeng, Jawa Tengah. Kemudian
buah segar, khusus apel menggunakan Apel Premium untuk menjaga rasa.

“Jus yang kami buat dijamin tidak ada penambahan air, gula, pengawet, pewarna sehingga aman dan menyehatkan,” ungkapnya.

Rafif Abrar Ryanda Putra menambahkan, jus yang mereka buat mendapatkan respon yang luar biasa sehingga mereka terus memproduksi dan membuat berbagai varian rasa.

“Awalnya kami menawarkan ke kerabat terdekat terlebih dahulu, kemudian merambah ke Instagram dan ternyata luar Biasa. Sangat baik. Sebagian besar konsumen kami melakukan repeat order. Customer tepat sasaran,” jelasnya.

Disebutnya, modal awal didapat dari meminjam orangtua sebesar Rp 3 juta rupiah, yang kemudian digunakan L berbelanja bahan baku, botol dan lainnya.

“Dengan modal Rp 3 juta rupiah, usaha yang baru berjalan 3 bulan ini mempunyai omset berkisar Rp 4 – 6 juta perbulan.Usaha yang kami lakukan memang belum maksimal, karena kesibukan sekolah/kuliah sudah mulai padat,” jelasnya.

Saat ini sudah ada 10 varian rasa jus buah dan sayur organik. kedepannya akan selalu ada penambahan varian dengan rasa natural yang bersahabat di lidah.

“Dalam waktu dekat kami juga akan mulai memproduksi cookies free gluten dan low gluten. Setelah itu, akan ada produksi susu non diary dan alami pastinya,” pungkasnya.(ris)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.