Undip Siap Tampung Mahasiswa Korban Bencana Sulteng

Tersedia 200 slot bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di Undip.

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) siap menampung mahasiswa yang kehilangan kampus akibat gempa dan tsunami yang melanda di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu silam. Tersedia 200 slot bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di Undip.

Rektor Undip memberi beasiswa untuk calon mahasiswa dari jalur SNMPTN. Undip siap menampung mahasiswa yang menjadi korban bencana di Sulawesi Tengah. Foto: istimewa

Rektor Undip, Yos Johan Utama mengatakan, tersedia empat gedung penginapan yang terdiri masing-masing 50 kamar. Pihaknya tidak bisa menampung lebih karena menginginkan mereka yang melanjutkan kuliah di Undip bisa nyaman selama melanjutkan kuliah.

“Kalau bisa akan kami gratiskan. Kami juga akan mencarikan orang tua asuh mereka di Semarang, yaitu dari dosen-dosen kami sendiri yang akan membantu untuk biaya hidup sehari-hari, seperti makan dan minum,” katanya, Sabtu (6/10/2018).

Kebijakan tersebut mengacu pada keputusan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang berkomitmen agar mahasiswa yang kehilangan kampusnya bisa melanjutkan studi sementara di kampus lain yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Jadi nanti mereka (mahasiswa Palu dan Donggala) kuliah di Undip, tetapi nilainya kami serahkan ke kampus asal. Jadi tetap diakui di kampus asal mereka,” tambah Yos.

Saat ini, Undip masih melakukan pendataan jumlah mahasiswa dari kampus terdampak gempa-tsunami Palu dan Donggala berdasarkan pengumpulan data dari Satgas yang bertugas di sana.

“Apalagi untuk Kedokteran dan Ilmu Sosial, kami sudah sangat siap untuk menerima mereka,” ungkapnya.

Undip juga akan memberikan keringanan uang kuliah, bahkan mengusahakan untuk menggratiskan uang kuliah bagi mahasiswanya asal dari Palu dan Donggala yang keluarganya menjadi korban gempa-tsunami. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.