Undip Dorong Desa Sepakung jadi Wisata Agropolitan

Produk gula aren juga turut dipoles menjadi grubi yang harapannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

SEMARANG – Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tematik Universitas Diponegoro (Undip) memoles potensi Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang menjadi wisata agropolitan. Bersma Suryanti selaku dosen pembimbing, mahasiswa mengkombinasikan pertanian dengan budidaya ikan atau minapadi.

Pelepasan bibit ikan oleh Ketua Tim Pengabdian KKN Undip Suryanti, Sekpus P2KKN Fahmi Arifan, Kepala Desa Sepakung dan kepala dusun didampingi para mahasiswa KKN. Foto: metrojateng.com/istimewa

Menurut Suryanti, desa yang terletak di lereng Gunung Telomoyo ini sebagian besar wilayahnya adalah lahan pertanian padi dengan pasokan air yang melimpah.

“Setelah berdiskusi bersama petani Dusun Bongkah, akhirnya tercetuslah ide pembuatan minapadi. Selain untuk meningkatkan hasil panen berupa padi dan ikan, sistem ini juga untuk bermanfaat dalam menambah nilai estetika desa sebagai desa pariwisata,” kata Suryanti dalam keterangan tertulis yang diterima metrojateng.com, Kamis (30/8/2018).

Selain menghadirkan minapadi sebagai estitika desa wisata, Suryanti bersama mahasiswa juga memoles potensi lainnya menjadi produk unggulan daerah. Salah satunya dengan memberdayakan ibu-ibu sekitar menciptakan makanan khas keripik daun pegagan.

Produk gula aren juga turut dipoles menjadi grubi yang harapannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

“Tidak hanya melakukan pelatihan pembuatan produk grubi, kami juga memberikan pelatihan menentukan harga pokok produksi, strategi pemasaran produk, memberikan inovasi packaging produk grubi, menguji analisis gizi produk grubi, dan memberikan modul yang berisi resep setiap produk,” ujar Ilham selaku Koordinator Tim KKN Dusun Bungkah.

Produk-produk tersebut nantinya dijual di rumah warga yang ditunjuk dan juga dijual di media wiralaba online dengan naungan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

Limbah Hewan Ternak

Keberadaan hewan ternak juga turut dipoles dengan teknologi pertanian. Limbah hewan ternak diolah menjadi pupuk cair organik. Hewan ternak pun, diberikan pakan organik sebagai tambahan nutrisi hewan.

“Semua ini dapat dilaksanakan karena dalam tim KKN terdiri dari mahasiswa berbagai disiplin ilmu sehingga hampir semua potensi desa dapat dipoles sebagai kesatuan daya tarik wisata,” Suryanti menambahkan.

Dia berharap apa yang sudah dilakukan masyarakat bersama TIM KKN Undip ini dapat tetap berlanjut terus sehingga Desa Sepakung dapat menjadi wisata alam unggulan. “Tentunya, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Suryanti. (*)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.