Ulama dan Umara Tegal Gelar Istigosah untuk Imam Syafi’i

Haul yang digelar merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi dunia kian tak menentu. Di Indonesia suhu politik semakin memanas menjelang kontestasi Pemilu.

TEGAL – Ratusan warga Tegal menggelar istigosah dan doa bersama di Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI), Rabu (20/3/2019) malam. Kegiatan yang dihadiri sejumlah Habaib, Ulama dan Umara tersebut sekaligus memperingati Haul Imam Syafi’i 2019.

Para ulama umara dan ratusan warga memenuhi OW PAI untuk melakukan istigosah serta doa bersama memperingati Khaul Imam Syafi’i. Foto : metrojateng.com/ adithya

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tegal, HM Nursoleh bersama Forkompinda, Pengasuh Ponpes Darul Hijrah Kota Tegal, Habib Thohir Bin Abdullah Al Kaff serta Ketua PC NU Abdal Hakim didampingi MUI Kota Tegal KH Abu Chaer Anur.

Ketua MUI Kota Tegal, KH Abu Chaer Anur mengatakan, haul yang digelar merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi dunia kian tak menentu. Di Indonesia suhu politik semakin memanas menjelang kontestasi Pemilu.

“Dengan Istigosah Haul Imam Syafi’i ini harapannya bisa meredam adanya gejolak di dunia dan kita semua mendapat lindunganNya,” terang Abu Chaer.

Ditambahkan Abu Chaer, kegiatan yang didukung Rotibaen Kota Tegal untuk menggelar haul dan istigosah tersebut, sekaligus memperingati wafatnya Imam Syafi’i pada tahun 204 Masehi. Imam Syafi’i merupakan tauladan Islam yang lahir 150 Hijriyah di Gaza, yang mana masuk wilayah Syam saat itu dan kini masuk wilayah Palestina.

“Kita mengadakan haul karena kondisi umat sekarang mengalami krisis keteladanan, sehingga perlu kita meneladani Imam Syafi’i merupakan orang tua Abu Abdullah,” imbuhnya.

Menyambung dari Ketua MUI, pengasuh Ponpes Darul Hijrah, Habib Thohir menyebut, jejak kebaikan Imam Syafi’i yang patut diteruskan sangatlah bermanfaat untuk dijadikan pedoman setiap muslim. Seperti di antaranya menguasai Alquran, menguasai Bahasa Arab dan belajar pada orang-orang kedalaman.

“Imam Malik mengajar kepada murid-muridnya termasuk Imam Syafi’i. Sekarang ini, giliran kita yang belajar akan ketauladanan beliau. Agar kita mendapat keberkahan dan mendapat pegangan untuk bekal di akhirat,” bebernya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Tegal, Nursoleh mengapresiasi kegiatan yang dibimbing langsung oleh Abuya Habib Tohir Abdullah Al Kaff. Dengan adanya doa dan istigosah bersama, diharapkan mampu memberikan keselamatan serta keberkahan untuk Tegal dan sekitarnya.

“Semoga Tegal yang tercinta ini selalu dilindungi dari segala marabahaya. Dalam kesempatan ini, saya juga berpamitan karena dalam menghitung hari masa jabatan sebagai Wali Kota akan berakhir,” ungkapnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.