UIN Walisongo Dorong Dosen Aktif Menulis di Jurnal Internasional Bereputasi

Dosen memiliki kewajiban mutlak dalam menerbitkan karya tulis ilmiah sebagai aktualisasi tridharma perguruan tinggi bidang penelitian.

SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mendorong para dosennya untuk aktif menulis di jurnal internasional bereputasi. Terlebih UIN Walisongo sedang berjuang menjadi perguruan tinggi berkelas internasional.

LP2M UIN Walisongo menggelar Klinik Penulisan Jurnal International Bereputasi Batch 7 di Hotel Griya Persada Bandungan, Rabu-Jumat (16-18/10/2019). Foto: dokumentasi

Ketua LP2M UIN Walisongo Akhmad Arif Junaidi mengatakan, dosen memiliki kewajiban mutlak dalam menerbitkan karya tulis ilmiah. Hal itu sebagai aktualisasi tridharma perguruan tinggi bidang penelitian.

‘’Saat ini UIN Walisongo sedang berjuang menjadi kampus internasional, maka publikasi ilmiah dosen juga harus mengikuti pola publikasi ilmiah standar internasional,’’ kata Arif Junaidi saat memberikan sambutan Klinik Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi Batch 7 di Hotel Griya Persada Bandungan, Rabu (16/10/2019).

Disebutkan, kesempatan untuk lolos menulis di jurnal internasional bereputasi butuh waktu dan pendampingan para ahli. Karena itu, selama tiga hari, LP2M menghadirkan dua pakar jurnal, Prof Nur Haidi dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Prof Wahyu Widanarto dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Peningkatan kapasitas penulisan jurnal internasional, lanjut Arif, akan mempercepat pemeringkatan universitas di level nasional dan internasional. ‘’Segenap dosen perlu diberikan cara praktis agar bisa menulis artikel yang bagus dan layak muat di jurnal terindeks Scopus atau Thompson,’’ jelasnya.

Wakil Rektor I, Mukhsin Jamil menegaskan bahwa para dosen diimbau untuk rajin melakukan riset ilmiah dan mempublikasikannya. ‘’Kalau kampus UIN Walisongo mau go international, ini waktu yang tepat untuk melangkah menuju publikasi jurnal internasional,’’ tegas Mukhsin.

Sumbangsih para dosen, tenaga pendidikan dan mahasiswa dalam pemenuhan perangkingan lembaga menjadi sangat penting.

Mukhsin berharap agar dosen tidak hanya bercita-cita jadi Rektor, Dekan atau Kajur, tapi semua bercita-cita jadi profesor. Dan untuk jadi profesor butuh karya ilmiah yang dipublikasi di jurnal internasional.

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M, Hamdan Hadi Kusuma juga menegaskan, kegiatan ini mampu menjadi pendorong peningkatan SDM dosen dan meningkatkan rangking universitas dalam bidang publikasi ilmiah.

Alumni UTM Malaysia ini menyebutkan bahwa dosen yang telah ikut acara diharapkan terikat dengan kontrak hingga artikelnya dimuat di jurnal terindeks Scopus. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.