Tunjangan Sertifikasi Dihentikan, Guru TK di Banyumas Mengadu ke Dewan

BANYUMAS –  Sebanyak 104 guru TK yang berstatus PNS daerah (PNSD) di wilayah Kabupaten Banyumas, dihentikan tunjangan sertifikasinya. Hal itu, menyusul adanya Permendikbud No 10 tahun 2018 tentang juknis penyaluran tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan guru PNSD.

Empat guru TK sedang mengadu ke anggota Komisi D DPRD Banyumas, Yoga Sugama terkait penghentian sertifikasi sepihak. Foto: metrojateng.com

Dalam pasal 13, dicantumkan bahwa PNSD dalam golongan ruang II, III, atau IV yang memiliki sertifikat pendidik, diberi tugas mengajar pada satuan pendidikan sesuai dengan sertifikasi pendidikannya. Memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dana memenuhi semua kriteria penerima tunjangan profesi. Maka tunjangan profesinya akan dibayarkan setelah ada perubahan menjadi jabatan fungsional guru berdasarkan Surat Keputusan dari Badan Kepegawean Daerah.

Hal itu, memicu protes dari sejumlah guru yang mengadukan ke Komisi D DPRD Banyumas. Diterima oleh Yoga Sugama, empat guru yang mengadu mengatakan, mereka merasa diperlakukan tidak adil. Pasalnya, mereka menerima tunjangan sertifikasi tersebut, sedari tiga tahun lalu.

“Terima sertifikasi dari 2015, namun tiba-tiba dihentikan sejak tri wulan ke 2 yakni April, Mei, Juni. Hal itu sejak diterbitkannya permendikbud no 10 tahun 2018. Saya dan 103 guru lainnya merasa diperlakukan tidak adil,” kata Raden Roro Artati ketua paguyuban guru TK se-Banyumas.

Bersamaan dengan penghentian sertifikasi, dia bersama 103 guru TK lainnya sudah melakukan protes ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Namun, jawabannya akan dipelajari lebih lanjut permendikbud no 10 tahun 2018. “Ini kan aneh, kalau yang sudah mendapatkan sertifikasi dari aturan yang lalu kenapa harua diputus. Harusnya, aturan yang sekarang untuk PNSD yang akan mendapatkan tunjangan berikutnya,” ujarnya.

Dari aturan tersebut, lanjutnya, alasan penghentian tunjangan sertifikasi karena 104 guru TK tersebut belum mempunyai Surat Keputusan Jabatan Fungsional (Jafung). “Sebenarnya kami sudah mengajukan dengan nilai kredit sesuai aturan untuk mendapatkan SK Jafung. Tapi, sampai sekarang belum keluar hasilnya,” katanya.

Artati menambahkan, Dindik akan membahas nasib 104 guru TK yang dihentikan tunjangan sertifikasinya pada Selasa (24/7). “Harapan kami tetap mendapatkan sertifkasi, karena kami sudah ada sertifikat pendidik dan setiap semester juga SKTP dari kementerian ada. Persyaratan sudah memenuhi, tapi kenapa bisa dihentikan?” ungkapnya.

Menanggapi aduan dari guru TK tersebut, Anggota Komisi D DPRD Banyumas Yoga Sugama mengatakan penghentian tunjangan sertifikasi tersebut ada kejanggalan. “Ini akan saya gali dan pelajari, yang jelas kami akan panggil Kepala Dindik untuk menjelaskan perihal penghentian tunjangan sertifikasi tersebut,” katanya.

Dikatakan, jika jawaban dari dinas kurang memuaskan. Pihaknya, akan mengonsultasikan peraturan tersebut ke Kemendikbud. “Yang jelas beberapa data yang disampaikan ada kejanggalan. Harusnya, Permendikbud berlaku surut, kalau sudah dapat tunjangan, yang sudah. Kok disini justru dihentikan,” ujarnya.

“Di dalam aturan juga kan tercantum, semua dari Dindik daerah. Ada yang aneh, kenapa kebijakan seekstrem itu. Nanti saya akan pelajari lebih lanjut,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dindik Banyumas Purwadi Santoso mengakui ada penghentian pembayaran tunjangan sertifikasi. “Ya memang benar dihentikan, karena ada petunjuk baru tentang pencairan sertifikasi bagi yang belum punya jabatan fungsional,” katanya.

Namun, lanjutnya hingga saat ini Dindik sudah melakukan sejumlah upaya agar tunjangan sertifikasi dari 104 guru TK cair. “Kami sudah melakukan verifikasi, dari 104 guru tinggal 75 yang belum cair. Sementara yang 29 segera dicairkan,” ujarnya.

Purwadi menambahkan, untuk 75 guru sisanya, akan segera menyurati Kemendikbud agar mendapat arahan. “Yang 75 sisanya akan kita konsultasikan dengan cara menyurati Kemendikbud, supaya mendapatkan arahan,” jelasnya. (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.