Tunggakan Pajak Kendaraan Capai Rp 14 Miliar

Ilustrasi (sumber: finansialku.com)

KENDAL – Penunggak pajak kendaraan di Kabupaten Kendal masih tinggi. Tercatat ada tunggakan pajak kendaraan roda empat dan roda dua mencapai  Rp 14 Milliar lebih.  Untuk  meminimalisir tunggakan tersebut, petugas gabungan Satpol PP Provinsi dan Kabupaten, jasa raharja, Dinas Perhubungan dan Lantas Polres Kendal melakukan operasi dengan sasaran kendaraan bermotor di halaman Terminal Bahurekso, Kamis (14/9) pagi.

Puluhan kendaraan baik roda empat maupun roda dua terjaring operasi, sebab banyak ditemui pajak kendaraan yang telat. Bahkan, tak sedikit didapati surat ijin mengemudi (SIM) para pengendara, sudah habis masa berlakunya.

Komandan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Siswandi mengatakan kesadaran masyarakat akan pajak kendaraan sangat rendah. Sehingga, tingkat pendapatan asli daerah (PAD) khususnya di tingkat provinsi menjadi menurun, sebab banyak yang menunggak. “Untuk itu kami bersama tim gabungan melalui operasi ini, setidaknya dapat diminimalisir,” katanya, disela-sela operasi.

Dijelaskan, tunggakan pajak kendaraan untuk ditingkat Provinsi Jawa Tengah saat ini mencapai Rp 1,9 Trilliun. Sedangkan di Kabupaten Kendal sendiri mencapai Rp 14 Milliar. Kewenangan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah disini memiliki peran menegakkan Perda No. 2 tahun 2011 tentang pajak daerah, salah satunya pajak kendaraan bermotor.

Ditambahkan, semua petugas memiliki tugas masing-masing dalam operasi kendaraan bermotor yang melibatkan petugas gabungan ini. Dinas Perhubungan menangani pelanggaran trayek, KIR, Lantas menangani terkait surat kelengkapan kendaraan. Sedangkan Satpol PP menangani masalah pajak kendaraan.

“Meskipun Perda dari Provinsi Jawa Tengah, namun pendapatan PAD dibagi dua yakni Provinsi dan kabupaten. Dari hasil pajak itu nantinya akan kembali ke masyarakat juga. Harapannya, semoga pajak kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tidak ada tunggakkan,” imbuhnya.

Sementara itu, KBO Lantas Polres Kendal IPDA Adi Winarno mengatakan operasi juga ditujukan untuk meminimalisir dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. “Dalam giat operasi kali ini, kami sifatnya hanya membantu dan membackup saja. Selain itu untuk menekan angka lakalantas dan mengajak masyarakat tertib berkendara,” tandasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 6 = 3

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.