Tujuh Napiter Kedungpane Ikut Nyoblos Pilgub Jateng

SEMARANG – Sebanyak 721 narapidana yang menghuni Lapas Klas IA Kedungpane Semarang ikut menentukan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Humas Lapas Klas IA Kedungpane Fajar Sodiq mengatakan telah menyediakan tiga TPS untuk memfasilitasi ratusan narapidana nyoblos pada Rabu pagi (27/6).

Dua paslon bakal bertarung di Pilgub Jateng 2018. Tujuh napiter Kedungpane juga akan terlibat dalam coblosan, Rabu (27/6) besok. Foto: metrojateng.com/dok

“Tiga TPS telah disediakan di dalam lapas. Masing-masing TPS 07, TPS 08 dan TPS 09. Semuanya difasilitasi oleh pihak Kelurahan Wates Ngaliyan,” katanya, Selasa (26/6).

Ia mengungkapkan ratusan narapidana itu telah dimasukkan ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) oleh petugas KPU setempat. Dari 721 narapidana di Kedungpane, Fajar menyebut ada tujuh narapidana kasus terorisme (napiter).

“Mereka juga masuk DPT dan ada baiknya besok kita pantau langsung apakah mereka benar-benar mau nyoblos, atau justru menolak,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan proses coblosan Pilgub besok juga didukung 21 tenaga TPS yang dikerahkan dari Kelurahan Wates. Di tiap TPS ada lima sampai enam petugas yang melayani proses coblosan.

“Mudah-mudahan besok berjalan kondusif dan aman sehingga proses pemilihan gubernur dapat berjalan lancar,” terangnya.

Sementara itu, di Kabupaten Tegal terdapat 145 narapidana juga ikut nyoblos untuk mendukung proses Pilgub Jateng.

Kepala Lapas Klas II B Slawi Agus Prakosa menambahkan ada dua napiter yang dipastikan akan nyoblos di bilik suara. Keduanya atas nama Joko Mulyata asal Solo dan Arif Hidayatulloh dari Klaten.

“Kami sudah berkoordinasi dengan KPU dan Dispendukcapil agar para narapidana dapat ikut memakai hak politiknya besok,” sambungnya.

Lapas Slawi telah menyediakan tiga bilik suara. Total narapidana di Lapas Slawi mencapai 355 orang. Tetapi, 145 di antaranya ikut Pilgub dan Pilbup. Selain itu, ada pula TPS khusus bernomor 11.

Sementara, sebanyak 62 tahanan Polrestabes Semarang akan difasilitasi untuk menyuarakan hak pilihnya dalam Pilkada serentak 2018, Rabu (27/6) besok. Empat di antaranya merupakan tahanan perempuan.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi mengatakan, sebenarnya jumlah keseluruhan tahanan ada 74 orang. Namun 12 di antaranya tidak memiliki hak pilih.

“Memang tidak semuanya besok menyuarakan hak pilih, ada beberapa yang memang dari luar Jawa Tengah dan juga ada yang tidak memiliki KTP. Setelah kami lakukan pendataan memang hanya 62 tahanan saja yang mempunyai hak pilih,” ujar Baihaqi.

Baihaqi mengatakan, mereka akan mencoblos pilihannya bergabung di TPS 11 RW 7, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan. Nantinya petugas TPS datang ke Mapolrestabes Semarang setelah mereka selesei memungut suara di RW tersebut. (far/fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

92 − = 90

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.