Truk Kelebihan Muatan Siap-siap Ditindak Tegas

Angkutan barang yang kelebihan muatan rawan terjadi kecelakaan dan menjadi pemicu kerusakan jalan

SEMARANG – Para pengusaha angkutan barang diharapkan bisa menaati peraturan muatan di jalan raya agar tak merusak jalur transportasi akibat over kapasitas. Hal tersebut diungkapkan oleh Irwasda Polda Jateng, Kombes Pol Budi Yuwono di sela kegiatan Forun Group Discussion (FGD) yang bertajuk Kupas Tuntas Kebijakan Over Dimensi dan Overload (ODOL), di Ruang RamaShinta, Hotel Patrajasa, Rabu (5/9/2018).

Irwasda Polda Jateng, Kombes Pol Budi Yuwono memberi keterangan terkait peraturan angkutan barang. Foto: metrojateng.com/efendi

“Dengan adanya FGD ini harapannya kendaraan angkutan yang Over Dimention dan Over Load bisa berkurang. Karena kalau terus menerus kerugian akan cukup besar baik pengusaha maupun masyarakat, juga akan ada kerusakan jalan,” ujar Budi.

Budi juga mengatakan, sampai bulan Agustus di tahun 2018 ini setidaknya ada sekitar 10.037 kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan ODOL. Hal tersebut terbilang tinggi pasalnya ada beberapa peraturan dan upaya yang sudah dilakukan untuk mengurangi angkutan ODOL, salah satunya jembatan timbang.

“Jembatan timbang di Jawa Tengah sudah beroperasi sejak enam bulan lalu, dan baru dibuka dua yakni di Wanareja dan Subah,” imbuh Kadishub Jateng, Satrio Hidayat yang juga hadir dalam FGD tersebut.

Selain itu, Satrio juga menambahkan, sesuai dengan PP Nomor 74 Pasal 7 tahun 2014 ada dua pilihan penindakan ketika angkutan ketahuan melebihi muatan.

“Pilihannya ada dua, diturunkan oleh pemilik barang atau dikembalikan ke gudang pemilik barang, karena itu juga tanggung jawab pemilik barang,” tukas Satrio.

Sementara itu, dalam FGD tersebut dihadiri oleh Dirlantas dari Polda di Pulau Sumatera dan Jawa serta Dinas Perhubungan dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.