Triwulan III, Kinerja Sektor Perbankan di Jateng-DIY Membaik

Ini terjadi seiring dengan kualitas pembiayaan yang disalurkan lebih baik.

SEMARANG- Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa menyampaikan bahwa sektor perbankan Jawa Tengah pada triwulan III-2018 mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Kondisi itu terlihat dari pertumbuhan aset sebesar Rp 403,77 triliun atau mencapai 8,16 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Karyawan Bank BTN Kanwil VI Jawa Tengah dan DIY melayani nasabah yang akan mengajukan KPR, Kamis (27/9/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

“Pertumbuhan positif itu juga meliputi penyaluran kredit sebesar Rp 294,38 triliun atau mencapai 8,55 persen dan dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar Rp 305,91 triliun atau tumbuh sebesar 9,82 persen. Pertumbuhan dana pihak ketiga ini lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 6,65 persen,” ungkapnya, Senin (19/11/2018).

Seiring dengan hal tersebut, perkembangan yang baik juga terjadi pada perbankan syariah di Jawa Tengah. Tercatat pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 20,12 triliun atau mengalami pertumbuhan 18,44 persen (yoy), pertumbuhan pembiayaan ini lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 14,35 persen. Share pembiayaan tersebut terhadap nasional 6,84 persen.

“Ini terjadi seiring dengan kualitas pembiayaan yang disalurkan lebih baik dibandingkan nasional. Adapun, itu ditunjukkan dengan non perfoming loan (NPL) sebesar 2,68 persen, sedangkan nasional sebesar 3,45 persen,” tuturnya.

Lebih rinci Aman menyampaikan, penyaluran kredit per jenis penggunaan sudah efektif terlihat pada penyaluran terbesar pada kredit modal kerja sebesar Rp 161,5 triliun atau tumbuh sebesar 10,66 persen (yoy) dengan share sebesar 54,87 persen.

Sedangkan, penyaluran kredit per sektor ekonomi terbesar yaitu pada sektor perdagangan besar dan eceran yang tumbuh sebesar Rp 96 triliun atau tumbuh sebesar 10,42 persen.

Sementara itu, pada sektor lainnya yaitu perkembangan Industri Jasa Keuangan nonbank di Jawa Tengah, mencatatkan pembiayaan pada perusahaan pembiayaan sebesar Rp 49,74 triliun meningkat 6,62 persen (yoy) dengan share terhadap nasional sebesar 11,01 persen.

Kualitas pembiayaan yang disalurkan sudah cukup baik terlihat dari NPL sebesar 1,34 ersen lebih rendah dibanding NPL nasional sebesar 3,17 persen.

Selain itu, data mengenai Bank Wakaf Mikro terdapat 9 Bank Wakaf Mikro yang telah diresmikan di Jawa Tengah dan DIY, 7 di antaranya ada di Jawa Tengah.

Sedangkan perkembangan sektor pasar modal, jumlah single investor identity (SID) di Jawa Tengah tercatat sebanyak 72.675 meningkat 33,57 persen (yoy), dengan nilai transaksi saham sebesar Rp 3,18 triliun. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.