Tradisi Weh-wehan, Cara Warga Kaliwungu Sambut Maulid Nabi

Layaknya Lebaran, dalam tradisi ini warga saling bertukar makanan dan jajanan khas Kaliwungu dengan menyambangi rumah tetangga.

KENDAL – Tradisi unik sambut Maulid Nabi Muhammad SAW, warga di Kaliwungu Kendal bertukar makanan dan jajanan. Tradisi yang hanya ada di Kaliwungu ini dinamakan weh-wehan atau dalam bahasa Indonesia saling memberi.

Tradisi Weh-wehan, cara warga Kaliwungu menyambut Maulid Nabi Muhammad. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Warga saling bertukar makanan dan jajanan sebagai rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada yang menarik, warga menyajikan telur dinosaurus dan buah simalakama.

Telur dinosaurus yang dimaksud berupa telur ayam mentah, tapi warga Kampung Kenduruan Kaliwungu menamakannya ndog dinosaurus. Tradisi Weh-wehan ini sudah ada sejak dulu dan terus dikembangkan di Kaliwungu.

Tidak hanya itu ada juga buah simalakama. “Buah simalakama ini adalah buah macam-macam jadi bisa membuat orang bingung,” kata Alif warga Kenduruan, Senin (19/11/2018).

Layaknya Lebaran, dalam tradisi ini warga saling bertukar makanan dan jajanan khas Kaliwungu dengan menyambangi rumah tetangga. Anak-anak berpakaian baru membawa makanan untuk diberikan kepada tetangga.

Hampir setiap rumah di Kaliwungu ini menyiapkan aneka macam jajanan dan makanan. Bukan untuk dijual melainkan untuk ditukarkan dengan makanan lain yang diberikan tetangga. “Senang banyak makanan dan jajan,” ujar Rafa Haidar Putra Prayitno.

Makanan yang disajikan dalam tradisi tahunan ini berupa jajanan hingga makanan tradisional yang setiap tahun selalu ada yakni sumpil dan ketan aneka warna. Sumpil makanan dari bahan beras dibungkus dengan daun bambu ini selalu menjadi incaran warga karena jarang dijumpai selain menjelang Maulid Nabi.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu, untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad dan berharap berkah dari saling memberi ini,” kata Ika Rakhim, warga Kaliwungu. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.