Tradisi ‘Brobosan’ Iringi Pelepasan Jenazah AKBP Mito

Tangis haru keluarga kembali pecah saat peti jenazah dimasukkan ke liang lahat.

KENDAL – Jenazah AKBP Mito, korban pesawat Lion Air JT 610 dimakamkan di TPU Jatirogo Desa Sidomulyo Kecamatan Cepiring Kendal, Rabu (7/11/2018) siang. Almarhum sempat berpesan kepada anak pertamanya untuk tekun belajar dan menjaga ibu dan adik-adiknya.

Prosesi pemakaman AKBP Mito, korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Rabu (7/11/2018). Keluarga melaksanakan tradisi ‘Brobosan’ sebelum melepas almarhum ke pemakaman. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Dipimpin Irwasda Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Dikci Kusumawardhana, menerima penyerahan jenazah dari keluarga untuk dimakamkan secara kedinasan. Rekan-rekan almarhum saat menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ikut mengantar ke peristirahatan terakhir.

Keluarga dan kerabat almarhum melakukan tradisi brobosan sebelum jenazah diberangkatkan ke TPU Jatirogo. Satu persatu keluarga berjalan di bawah peti jenazah yang diangkat petugas.

Selanjutnya, dengan menggunakan ambulans peti jenazah AKBP Mito dibawa ke TPU diiringi istri dan anak serta kerabat serta rekan-rekan almarhum.

Di mata anak pertamanya, Dito Suryo, sosok AKBP Mito terkenal baik dan lebih mendahulukan kepentingan orang banyak daripada dirinya. Dia juga mendapat pesan terakhir dari ayahnya dua hari sebelum kecelakaan pesawat Lion Air di perairan Karawang.

“Ayah berpesan untuk tetap rajin belajar dan menjaga ibu serta adik dengan baik,” katanya.

Tangis haru keluarga kembali pecah saat peti jenazah dimasukkan ke liang lahat. Istri dan anak almarhum menangis sedih harus berpisah dengan orang yang disayangi. AKBP Mito merupakan satu korban kecelakaan Lion Air JT 610 yang berhasil diidentifikasi melalui sidik jari. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.