Tonjolkan Kreativitas, Ciptakan Pemilu Damai Tanpa Sara!

Sultan, anggota tim Lembaga Peneliti Nusantara Jakarta (tanpa kopiah) saat ditemui awak media. (Foto: Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Sejumlah kalangan masyarakat mendorong kepada para kontestan Pemilu 2019 supaya tidak menggunakan kampanye yang isi sebaran fitnah, pemutarbalikan fakta serta tidak memakai isu-isu seputar SARA.

 

Sultan, anggota tim Lembaga Peneliti Nusantara Jakarta, hal-hal negatif saat pemilu justru akan memunculkan situasi tidak sehat dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

 

“Terutama bagi rakyat yang mudah terprovokasi. Masyarakat yang memiliki perbedaan pandangan dan pilihan terkadang saling adu argumen yang tak jarang sampai perang urat syaraf untuk mengatakan bahwa capres pilihannya adalah yang terbaik,” ungkapnya, Sabtu (9/2/2019).

 

Ia menyatakan penyelenggaraan Pemilu khususnya Pilpres harus mampu berlangsung dengan damai dan kondusif.

 

Ia mengimbau masyarakat supaya memberikan dukungan kepada masing-masing kandidat presiden dengan langkah sportif dan menonjolkan kreativitas.

 

Tak lupa pula, ia mengajak masyarakat kendati beda pilihannya, tetapi jangan memecah belah persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan bahwa adanya adu argumen yang kurang rasional terjadi di media sosial. Sikap kurang menghargai pandangan politik ini terlihat jelas dari pesan-pesan juga diunggah di media sosial.

 

“Misalnya, masing-masing tim pendukung merasa capres merekalah yang terbaik, yang bersih, yang jujur, yang tegas dan lainnya tanpa adanya data. Yang seperti ini masih terjadi,” akunya.

 

Ia menekankan, kampanye harus dilakukan dengan etika. Deklarasi pemilu damai, semestinya tidak hanya sekadar deklarasi saja.

 

Namun harus dibuktikan dengan tindakan konkrit. Hal ini, dapat dilakukan melalui kampanye dengan menyampaikan visi misi serta program para calon.

 

”Karena bagaimanapun kedua capres yang ada saat ini adalah harapan kita bersama. Tentu harapan kita semua sama yaitu kehidupan yang nyaman, adil dan sejahtera. Berharap pemimpin kita nanti bisa membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, berdaulat, adil, makmur dan yang jelas lebih baik lagi kedepan,” pungkasnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.