Beton Tak Bertulang, Tonase Kendaraan Dibatasi

Peninjauan pengerjaan pembetonan jalan dalam program TMMD di Desa Jungsemi. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL- Pembatasan tonase dipandang perlu bagi kendaraan yang melintas di jalan rabat beton Desa Jungsemi. Pasalnya, jalan hasil program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) itu tidak menggunakan beton bertulang.

‘’Saya berpesan kepada dandim maupun wakil bupati ke depan harus ada pembatasan tonase kendaraan yang boleh diizinkan melintas di jalan tersebut,’’ kata Kapok Staf Ahli Kasad Bidang Ideologi Brigjen TNI Bambang Sudiyono saat meninjau pelaksanaan TMMD Selasa (10/10) siang.

Hadir bersama dalam peninjauan adalah, Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Joni Pardede, Wabup Masrur Masykur, Dandim Letkol Czi Hendro Edi Busono, Ketua DPRD Prapto Utono.

“Jika tidak dibatasi, tentu jalan bisa cepat rusak. Apalagi ketebalan cor hanya 12 centimeter,” imbuh Bambang. Berdasarkan hasil laporan yang disampaikan Dandim, pekerjaan rabat beton mencapai pancang 1.550 meter dengan lebar tiga meter dan ketebalan beton 12 sentimeter.

‘’Saat ini, progres pekerjaan sudah mencapai 600 meter hingga 700 meter atau sekitar 45 persen. Ini masih ada waktu dua pekan, saya berharap hingga ditutupnya TMMD, pembangunan jalan bisa terselesaikan,’’ terangnya.

Bambang menambahkan, TMMD merupakan kemanunggalan TNI bersama rakyat untuk membangun wilayah. Tidak hanya rakyat, tetapi juga melibatkan unsur Polri, desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten. Pemilihan lokasi telah dirapatkan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan dilaporkan kepada pusat. ‘’Yang menentukan bukan TNI, tetapi hasil musyawarah masyarakat,’’ kata dia.

Kades Jungsemi, Dasuki, mengatakan, pembangunan rabat beton itu menghubungkan jalan desa menuju ke objek wisata pantai. Selain itu jalan bermanfaat untuk peningkatan produksi pertanian. Sewaktu jalan rusak, biaya yang harus dikeluarkan petani tinggi.

Misalkan sekali mengangkut hasil pertanian petani harus mengeluarkan Rp 3.000. Namun, setelah kondisi jalan bagus, biaya transportasi yang dikeluarkan bisa tekan menjadi Rp 1.000. ‘’Kami ingin membantu petani sekaligus mengangkat potensi wisata pantai di Jungsemi,’’ tuturnya. (MJ-01)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

32 − 24 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.