Tolak PLTU, Petani dan Nelayan Batang Geruduk Kantor Gubernur

Ratusan petani dan nelayan asal Kabupaten Batang mensomasi keputusan Gubernur Ganjar Pranowo terkait pembangunan PLTU, Kamis (6/8). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya)
Ratusan petani dan nelayan asal Kabupaten Batang mensomasi keputusan Gubernur Ganjar Pranowo terkait pembangunan PLTU, Kamis (6/8). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya)

SEMARANG – Ratusan petani dan nelayan asal Kabupaten Batang berunjuk rasa di kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kamis (6/8) Siang.

Dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Tolak PLTU Batang, Sawah Kami Kehidupan Kami’ pengunjuk rasa yang didominasi nelayan dan petani itu berjalan bersama-sama dari Taman KB menuju kantor Gubernur.

Para pengunjuk rasa tersebut memberikan surat somasi kepada Gubernur untuk mencabut surat keputusan Gubernur nomor 590/35 tahun 2015 tentang persetujuan penetapan lokasi pengadaan tanah sisa lahan seluas 125.146 meter pembangunan PLTU di Kabupaten Batang.

“Gubernur Ganjar harus mencabut keputusan tersebut. Pembangunan PLTU jelas akan menghilangkan mata pencaharian nelayan dan petani, ” kata salah seorang pengunjuk rasa melalui pengeras suara.

Selain itu, sebagai bentuk penolakan keputusan tersebut, sejumlah pengunjuk rasa juga melakukan aksi teatrikal berupa tarian jatilan lengkap dengan orang kesurupan. (metrosemarang.com/yas)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 34 = 44

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.