Tolak Pejabat Titipan, Ganjar Diancam Tak Dicalonkan Lagi

GP-NgopiUNS1
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama mahasiswa dalam Ngopi Bareng Mas Ganjar di Kantin FISIP UNS, Kamis (23/4). Foto: metrojateng/Anton Sudibyo

SOLO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diancam tak dicalonkan lagi oleh PDI Perjuangan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Sebabnya, Ganjar tidak memenuhi permintaan kader PDIP yang menitipkan seorang PNS untuk menduduki jabatan tertentu di Pemprov Jateng.

Ancaman itu terungkap dalam acara Ngopi Bareng Mas Ganjar di kantin FISIP Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (23/4). Cerita itu berawal dari salah satu peserta dialog yang bertanya tentang cara Ganjar mengatasi tekanan dan titipan elit partai. Ratusan mahasiswa menyimak cerita Ganjar sembari menikmati makan siang dan jajanan kantin.

“Jadi saya diancam pada pilgub mendatang tidak dicalonkan lagi, ya tidak apa-apa saya tak nyalon PNS,” kata Ganjar disambut tawa mahasiswa.

Diceritakan, usai dilantik menjadi Gubernur Jateng akhir 2013 lalu, seorang kolega separtai menghubunginya. Kolega itu menitipkan PNS yang diakui sebagai temannya agar menduduki jabatan tertentu di Pemprov Jateng. Waktu itu Ganjar langsung mengatakan “ya”.

“Tapi saya bilang, apakah saya boleh melaksanakan pemilihan pejabat secara transparan? Teman saya bilang boleh. Lalusaya gelar lelang jabatan,” katanya.

Ternyata, PNS titipan itu tidak lolos seleksidalam lelang jabatan. Hal itu rupanya membuat marah si penitip sehingga mengeluarkan ancaman bahwa PDIP tidak akan mengusung Ganjar dalam Pilgub 2018 mendatang.

“Saya katakansilahkan saja. Kan saya sudah bilang mau transparan, saya mau tes kemampuan calon pejabat itu, ternyata tidak memenuhi syarat. Ya sudah gugur,” jelasnya.

Ganjar mengaku tidak takut dengan ancaman dan tekanan dari siapapun. Menurutnya, seseorang bisa diusung PDIP dalam Pilkada tidak ditentukan satu orang, melainkan oleh keputusan partai. Lagi pula, Ganjar saat ini hanya memikirkan pembangunan Jateng, sama sekali tidak berfikir pencalonan yang masih tiga tahun lagi.

Meski mengakui bahwa dirinya adalah petugas partai sebagaimana halnya Presiden Jokowi, namun dalam memimpin Jateng ia selalu berjalan dalam koridor hukum dan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Saya memang petugas partai. Saya ditugaskan partai untuk melayani masyarakat,” tegasnya.(byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

84 − 78 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.