Tol Trans Jawa Terlalu Mahal, Biaya Kirim Logistik Membengkak

Tarif Tol Trans Jawa perlu dikaji ulang karena tidak berpihak kepada rakyat maupun pengusaha.

 

SEMARANG – Tol Trans Jawa yang digadang-gadang mempercepat akses Jakarta hingga Surabaya ini justru merugikan pengusaha terutama yang bergerak pada bidang UMKM dan pengiriman logistik karena dinilai terlalu mahal.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno, menilai biaya yang dibayarkan untuk sekali jalan tidak sebanding dengan biaya bahan bakar. Meski dinilai memperpendek jarak, tarif yang diberlakukan saat ini tidak berpihak kepada Asperindo.

“Dengan jarak yang pendek, seharusnya bisa memangkas biaya. Namun ini malah menambah biaya,” ungkapnya, Selasa (8/1/2019).

Ia mencontohkan untuk biaya logistik dari Semarang ke Surabaya melewati Tol Trans Jawa, pengusaha logistik harus mengeluarkan uang sebesar Rp 259.000 untuk sekali jalan. Sementara ongkos bahan bakar Rp 200.000 sekali jalan. Jika dikalikan dua, tarif tol pulang pergi sebesar Rp 518.000 ditambah dengan biaya bahan bakar Rp 400.000 pulang pergi.

Dia menyebutkan, dari segi bisnis, biaya tambahan ini tidak menguntungkan bagi Asperindo. Padahal barang-barang logistik yang paling banyak dikirim oleh anggota Asperindo, mayoritas adalah barang UMKM dari Solo dan Semarang, maupun Yogyakarta dengan tujuan berbagai kota di Jawa Tengah maupun luar Jawa.

Mahalnya tarif tol dikhawatirkan akan berimbas pada usaha kecil yang dikirim dari pengrajin. Dengan demikian, pengusaha akan memilih jalur di luar tol walaupun memutar.

Ia berharap, agar tarif Tol Trans Jawa dikaji ulang dan berpihak kepada pengusaha maupun rakyat sehingga bisa memberi keuntungan di sektor bisnis dan lainnya. (ade)

 

 

 

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.