Tokoh Lintas Agama Magelang Tolak Politisasi Tempat Ibadah selama Pemilu

Semua pihak diminta bisa menjaga iklim sejuk dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa selama penyelenggaraan pesta demokrasi 

MAGELANG – Segenap tokoh yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang sepakat menolak politisasi tempat ibadah selama proses Pileg dan Pilpres 2019 .

Deklarasi FKUB Kota Magelang tolak politisasi tempat ibadah selama pelaksanaan Pemilu. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Kesepakatan itu tertuang dalam deklarasi yang dibacakan Ketua FKUB Kota Magelang, Mansur Siraj dalam acara Doa Bersama Polres Magelang Kota dengan Tokoh Lintas Agama di Gedung Wanita, Rabu (24/10/2018).

Mansur Siraj sangat mengapresiasi forum ini dengan tujuan terciptanya iklim kondusif. Dalam kesempatan tersebut, Mansur yang juga Ketua Baznas ini minta agar kasus pembakaran bendera tauhid di Garut ditangani oleh aparat penegak hukum.

“Jangan bertindak main hakim sendiri yang dapat memicu konflik horisontal dan berdampak pada kondusivitas wilayah yang terganggu,” jelasnya.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kabag Ops, Kompol Srihatmo mengemukakan, tahap kampanye Pileg dan Pilpres sudah dimulai 23 September lalu. Tahapan pun berlangsung hingga 17 April 2019 mendatang.

Ia mengajak kepada semua pihak untuk bisa menjaga iklim sejuk dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia berharap, dengan adanya kasus di Garut hendaknya semua pihak bisa menahan diri dan biarkan polisi bekerja secara profesional. “Di Magelang saya harap tidak ada mobilisasi massa karena opini- opini yang berbeda. Saya juga tidak ingin masyarakat  terprovokasi,” tegasnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.