Tingkep Tandur, Tradisi Petani Brangsong agar Panen Berlimpah

Tradisi petani ini sudah dilakukan secara turun temurun dengan menggelar doa bersama serta makan bareng di Kompleks Makam Sentono

KENDAL – Petani Desa Brangsong Kendal punya cara tersendiri untuk mensyukuri tanaman padi yang mulai berisi dengan menggelar tradisi “tingkep tandur”. Mereka mengibaratkan tanaman padi mulai berisi layaknya orang sedang hamil, menggelar syukuran agar hasilnya melimpah.

Warga dan petani Desa Brangsong Kendal menggelar doa bersama dalam tradisi tingkep tandur sebagai bentuk syukur padi mulai berisi dan bebas dari hama. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Tradisi petani ini sudah dilakukan secara turun temurun dengan menggelar doa bersama serta makan bareng di Kompleks Makam Sentono pendiri Desa Brangsong. Warga secara suka rela membawa makanan untuk dikumpulkan dan bersama-sama disantap sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki yang banyak.

Tidak ada ritual apapun setelah makanan dikumpulkan petani dan warga dipimpin sesepuh desa menggelar tahlil dan doa bersama. “Doa bersama ini juga sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta agar tahun ini tanaman padi milik petani Desa Brangsong tidak terserang hama dan mulai berisi,” jelas Kepala Desa Brangsong  Mohamad Suparno.

Dinamakan tingkep tandur, kata dia, berarti  tanaman padi tersebut sudah tumbuh subur dan mulai akan berbuah. Di adat jawa tradisi ini diibaratkan orang yang sudah menikah dan mulai hamil.

“Agar kehamilan berjalan lancar dan nanti melahirkan dengan sehat perlu didoakan dan memberi sedekah kepada orang lain. Sama dengan petani yang sudah menaman padi dan mulai berisi menggelar tingkep tandur agar tanaman tidak terserang hama dan hasil yang melimpah,” imbuhnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.