Tingkat Anak Kekurangan Gizi di Solo Masih 2,5 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo hingga akhir tahun 2014 kemarin, dari 35.741 anak, sekitar 923 anak tercatat masih mengalami kekurangan gizi. Hal tersebut terjadi bukan karena faktor ekonomi saja, melainkan juga pola asuh orang tua yang salah, sehingga asupan nilai gizi ke seorang anak kurang.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, menerangkan, sekitar 2,5 persen anak di Solo masih kekurangan gizi. Oleh sebab itu, pihaknya mengandeng Puskesmas dan Posyandu setempat untuk terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya memberikan makanan bergizi kepada seorang anak.

“Selain itu, banyak upaya yang kami lakukan, misalnya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), PMT Anak Sekolah (PMTAS), kelas ibu hamil, hingga pantauan kesehatan balita atau balita pra sekolah. Kami melihat memang di daerah kumuh masih kita jumpai, namun daerah lainnya juga masih ada,” ujar Siti.

“Angka anak kekurangan gizi 2,5 itu tergolong rendah, karena batas toleransinya 15 persen dari jumlah anak,” imbuhnya.

Pihaknya juga menambahkan, Kota Solo terus menunjukkan eksistensinya untuk memerangi kasus gizi buruk. Pasalnya, sampai saat ini kasus gizi buruk di Solo nol persen.

“Nol persen ini bukan baru tahun ini, melainkan sudah lima tahun berturut-turut kasus gizi buruk,” tegasnya. (MJ-16)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

20 + = 30

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.