Tingginya Permintaan Bikin Harga Kambing Melambung

image

KENDAL – Melambungnya harga kambing kurban, menurut Kabid Peternakakan, Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebundan dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Kendal, Eko Djatiko, terjadi lantaran tingginya permintaan masyarakat. Dirinya pun menegaskan naiknya harga hewan kurban bukan pengaruh dari kebijakan Pemerintah Pusat yang melakukan kebijakan impor sapi dari Australia.

Harga naik bukan karena impor dari pemerintah, memang permintaannya sangat besar. Sementara untuk stok masih melimpah, beberapa daerah seperti Purwodadi, Boyolali dan Kendal bisa mencukupi besarnya permintaan pasar, jelasnya.

Dirinya menambahkan, dalam waktu dekat akan melakukan sidak ke penjual hewan kurban yang ada di Kabupaten Kendal untuk mengantisipasi peredaran hewan kurban yang tak layak konsumsi ataupun sedang mengidap penyakit yang bisa membahayakan bagi orang yang mengkonsumsi. Rencananya minggu depan kami akan melakukan sidak ke beberapa pedagang yang ada di Kendal, ucapnnya.

Eko pun meminta kepada masyarakat untuk cermat dalam memilih hewan kurban. Hewan kurban yang berpenyakit bisa dilihat dari ciri-ciri fisik. Contohnya saja warna bulu dan cerah dan terlihat waspada dengan orang asing. ” Itu ciri-ciri luar, namun kalau kita sudah menerima potongan daging yang telah didistribusikan bisa dilihat dengan warna daging tidak merah segar. Melainkan merah hitam,” timpalnya.

Yang paling berbahaya, lanjut dia adalah jika menemukan hewan dengan liur berlebih ataupun dengan bau nafas yang menyengat. ” Bisa jadi hewan itu kena penyakit dalam. Bisa saja antrax ataupun yang lain. Jelas hewan itu tidak boleh dimakan. Walapun begitu, banyak hewan yang terlihat sehat. Tapi harus dicek dan minimal ada surat kesehatan dari dinas,” paparnya.

Masalah pendistribusian, dirinya juga meminta jika daging tidak dibungkus dengan plastik. ” Alangkah baiknya pakai daun, kalau masalah penyimpanan sebelum dimasak harus dicuci dulu,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.