Timbun Pupuk Bersubsidi, Sutarmi Ditangkap Polisi

BOYOLALI – Polres Boyolali kembali mengungkap penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi. Sutarmi (48), warga Grojokan, Desa Senggrong, Kecamatan Andong, Boyolali, ditangkap polisi karena diduga melakukan penimbunan. 
Sutarmi menjual pupuk bersubsidi tanpa mengantongi surat resmi sebagai pengecer atau pengecer ilegal.
Perbuatan Sutarmi terendus petugas dari masyarakat.

“Semula ada informasi, masyarakat yang sering kesulitan mendapatkan pupuk. Didapat informasi kalau kios pupuk milik tersangka di Pasar Kebonan, Karanggede, menjual pupuk bersubsidi. Ternyata benar dan kami pun langsung menangkapnya akhir Maret lalu,” kata Kaur Bin Ops Reskrim Polres Boyolali Iptu Mulyanto, Selasa (7/4).

Selain menjual pupuk tanpa izin resmi, Sutarmi juga diduga menimbunnya. Barang buktinya adalah100 zak pupuk bersubsidi, terdiri pupuk Urea, ZA, Phonska, SP36 dan pupuk organik.

Sutarmi dan barang bukti kemudian langsung dibawa ke Mapolres Boyolali untuk penyidikan lebih lanjut. Menurut Mulyanto, dari keterangan Sutarmi, sudah beroperasi menjual pupuk bersubsidi sekitar satu tahun dengan meneruskan toko yang semula milik saudaranya itu. Sutarmi juga mengakui bahwa dia tidak memiliki ijin resmi sebagai penyalur atau pengecer pupuk bersubsidi tersebut.

“Pengakuan tersangka, mendapatkan pupuk tersebut dari Tri, warga Karanggede. Ini masih kami dalami,” jelasnya.

KBO Reskrim Iptu Mulyanto menjelaskan, tersangka dijerat pasal 6 ayat 1 UU 7/1955 tentang ekonomi. Ancaman hukumannya dua tahun penjara. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Sutarmi tidak ditahan karena ancaman hukumannya dibawah lima tahun. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.