Tim Pemenangan Prabowo Pasang Strategi Rebut Basis Suara Jokowi

Salah satu target merebut suara di Jateng dengan meraih massa di Kota Solo yang identik dengan massa terbesar PDIP.

SEMARANG- Tim Pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jenderal (Purn) Djoko Santoso menargetkan mampu memenangkan pertarungan suara di lima daerah dalam kontestasi Pilpres 2019.

Ketua Timses Prabowo-Sandi, Jenderal (Purn) Djoko Santoso saat memberikan pengarahan bagi relawan di Hotel Santika Semarang, Selasa (4/12/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Djoko Santoso menyebut kelima daerah itu merupakan basis utama Prabowo Subianto saat maju Pilpres 2014 lalu.

“Kita ingin memenangkan lima daerah yang dulu sudah dimenangkan oleh Pak Prabowo. Kemudian kita akan merebut daerah-daerah yang Pak Prabowo dulu kalah,” kata Djoko
kepada relawan Prabowo-Sandi di Hotel Santika, Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (4/12/2018).

Dua daerah yang direbut oleh pihaknya yaitu Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. Tetapi, ia mengakui beberapa daerah lainnya tergolong sulit dimenangkan oleh Prabowo-Sandi macam Papua, NTT, Bali, Jatim dan Jawa Tengah.

“Jawa Tengah paling berat. Ini jadi tugas utama tim pemenangan Jawa Tengah untuk meraih suara di propinsi tersebut. Tetapi tidak ada sesuatu yang tidak mungkin kalau kita berusaha dan berdoa,” kata Djoko.

Salah satu target merebut suara di Jateng dengan meraih massa di Kota Solo yang identik dengan massa terbesar PDIP.

“Saya orang Solo, dilahirkan di Solo, maka saya sebagai komandan pemenangan akan langsung berada di Solo. Saya akan coba bantu Jawa Tengah melalui Solo, Surakarta baru Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ia mendapat informasi untuk jumlah relawan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin kini berjumlah 7 juta. Sedangkan relawan Prabowo-Sandi sebesar 2 juta. Dengan jumlah yang tidak sepadan, ia mengajak semua relawan menggalang kekuatan secara mandiri.

Ia menyatakan kinerja para relawan bisa dilihat dari capaian di medsos. Hasil survei popularitas sementara, ia mengklaim Prabowo-Sandi sebesar 52 persen dan Jokowi-
Ma’ruf 41 persen.

“Yang perlu diperhatikan adalah golongan menengah ke bawah, kita belum bisa tembus. Sebab pendidikannya rata-rata SD ke bawah. Tingkat kesejahteraannya juga memprihatinkan. Ini memang susah karena kita melawan sistem yang tidak bisa kita tentukan,” akunya.

Saat ini, ia menargetkan paling tidak mampu meraup suara dari kalangan menengah kebawah atau biasa disebut grassroot separuh dari total suara yang ada saat ini. “Minimal separuh bisa kita ambil,” tutur Djoko. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.