Tim KKN Undip Ajak Perangkat Desa Diskusi Pidana Korupsi

Program ini berangkat dari maraknya perangkat desa di Indonesia yang terjerat kasus tindak pidana korupsi

PEMALANG – Tim KKN 1 UNDIP 2019 mengadakan program penyuluhan pencegahan tindak pidana korupsi bagi perangkat Desa Kesesirejo pad hari Jumat (15/02/2019) di Balai Desa Kesesirejo, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Penyuluhan ini diadakan dalam bentuk diskusi dengan narasumber Nur Adhim SH, MH, mantan hakim tinggi ad hoc pengadilan Tipikor Gorontalo.
Para perangkat Desa Kesesirejo, Kecamatan Bodeh, Pemalang bersama mahasiswa KKN FH Undip saat mengadakan acara diskusi hukum di balai desa setempat. (foto: dokumentasi)
Leony Sondang Suryani dan Randho Fitullah Adam, mahasiswa KKN yang mencetuskan program ini mengatakan, bahwa program ini berangkat dari maraknya perangkat desa di Indonesia yang terjerat kasus tindak pidana korupsi. Sehingga program ini diharapkan menjadi upaya preventif dalam memerangi korupsi di Indonesia, dengan memberi pemahaman kepada perangkat desa mengenai apa-apa saja yang tergolong sebagai tindak pidana korupsi.
Leony mengatakan,tindak pidana korupsi kerap menjerat perangkat desa di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh niat jahat dari perangkat desa melainkan karena ketidaktahuan akan hukum maupun kesalahan secara administrasi atau yang kerap dikenal sebagai korupsi administratif.
Acara diskusi ini disambut baik oleh perangkat Desa Kesesirejo. Imam Khodir selaku kepala desa mengatakan, bahwa diskusi ini merupakan langkah yang paling efektif untuk meningkatkan pemahaman perangkat desa terlebih narasumber diskusi ini merupakan sosok yang sangat berpengalaman dalam hal menindak tindak pidana korupsi.
Diskusi hukum dilaksanakan pukul 20.00 WIB dan diikuti oleh seluruh perangkat desa Kesesirejo. Diskusi diawali dengan pemaparan materi dan pengalaman oleh narasumber dan ditutup dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta diskusi. Terlihat pula mahasiswa KKN yang ditugaskan di desa Kesesirejo maupun desa lainnya di kecamatan Bodeh yang turut meramaikan diskusi ini.
Akrom, penjaga balai desa Kesesirejo mengatakan bahwa ia sangat bersemangat mengikuti diskusi ini dan terlihat sangat aktif mengajukan pertanyaan hingga 4 pertanyaan. Begitu pula dengan peserta lainnya yang tidak hanya bertanya mengenai tindak pidana korupsi semata, melainkan bertanya pula mengenai hukum pertanahan.
Sesi tanya jawab berlangsung sangat aktif dan mencerahkan. Mengingat, Nur Adhim selaku narasumber bukan hanya berlatarbelakang sebagai mantan hakim tinggi ad hoc pengadila tipikor, melainkan juga merupakana dosen Hukum Agraria Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang.
Nur Adhim mengatakan, dirinya sangat puas dan senang dengan diskusi ini. Selain bisa membagikan ilmu dan pengalaman yang ia miliki, diskusi ini semakin menambah ilmu yang ia miliki berangkat dari kasus dan permasalahan yang ada di masyarakat. Kedepannya ia berharap agar perangkat desa di Indonesia semakin tercerahkan dan giat memerangi korupsi agar tetap khusnul khotimah dalam menjabat. (far)
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.