indonesia-cari-bakat

Tim Inafis Polda Jateng Lacak Jejak Pelaku Penembakan Misterius di Magelang

image
Tim Inafis Polda Jateng melakukan olah TKP di jalan Ikhlas atau kios buah Anugrah Kota Magelang,Kamis (28/4), sore, untuk mengungkap kasus penembakan dengan senjata angin di wilayah Kota Magelang. (foto: ch kurniawati)

MAGELANG- Berbagai upaya dilakukan Polres Magelang Kota untuk mengungkap kasus penembakan dengan menggunakan senjata angin oleh orang misterius, di kawasan Pecinan jalan Pemuda, Jalan Ikhlas dan jalan Tidar. Seperti mendatangkan Tim Inafis atau Indonesia Automatic Fingerprint Identification System dan Tim Labfor dari Polda Jateng.
    Kamis (28/4) sore, Tim Inafis bahkan sudah melakukan olah TKP di salah satu lokasi kejadian, di jalan Ikhlas atau di toko buah Anugrah. Di tempat ini, aksi penembakan dilakukan sampai tiga kali dengan korban Santi Rahayuningsih (20), warga Sidosari, Magersari, Kota Magelang.
    Tim yang jumlahnya ada 7 orang ini terlihat menggunakan alat untuk merekam TKP dan menanyakan kepada korban seputar peristiwa penembakan. Olah TKP di lokasi ini cukup menyita perhatian banyak orang yang kebetulan melintas.
    Kapolres Magelang Kota AKBP Edy Purwanto mengatakan, selain tim Inafis dan Labfor Polda Jateng, juga ada bantuan 2 tim lagi seperti Intel dan Reskrim. Sedangkan dari Polres Magelang kota sendiri telah dibentuk 7 tim untuk mengungkap kasus yang menghebohkan masyarakat ini.
    “Tim Inafis sudah langsung bekerja dan melakukan olah TKP sedangkan Labfor masih akan menerima penjelasan dari kita, agar mereka bisa maksimal dalam melakukan penelitian,” terang Edy.
    Sejauh ini, kata Edy, pihaknya belum berhasil menangkap pelaku penembakan. “Belum ada yang tertangkap, kami masih terus berusaha untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus ini. Doakan saja supaya cepat selesai,” katanya.
    Untuk lebih mempermudah pengungkapan kasus ini, pihaknya juga membuka “Posko Pengungkapan Kasus Penembakan Yang Diduga Menggunakan Senapan Angin”, di ruang PPKO. Ruangan ini menjadi tempat kontrol, mengatur strategi, sampai pengaduan masyarakat atau korban.
    Sebenarnya, kata Edy, posko ini sebelumnya sudah ada di ruang Bagian Operasional. Karena sempit, maka dipindah ke PPKO. 
    Di ruangan yang lebih luas ini, pihaknya bisa lebih mudah mengatur strategi anggota di lapangan. “Tempat ini juga  bisa dijadikan tempat pengaduan korban, yang barangkali bertambah,” katanya.
    Hingga saat ini, jumlah korban masih sebanyak 13 orang, terdiri dari 12 wanita dan seorang laki-laki. Para pelaku sudah dalam kondisi baik, sehingga tidak ada yang meminta perlindungan ke aparat. “Walaupun demikian, kami siap melindungi mereka kapan saja,” imbuh Edy.
    Terkait pasal yang dikenakan ke pelaku, Edi menyebutkan, ada kemungkinan dua pasal yang digunakan. Pertama pasal penganiayaan, karena menyangkut tindakan melukai korban. Kedua UU Darurat, karena memakai senjata api. “Belum sampai ke UU terorisme.”
    Edy juga menegaskan, saat ini pihaknya  fokus ke pengungkapan kasusnya. Pihaknya  tidak ingin mengaitkan kasus ini dengan apapun termasuk kasus di Yogyakarta. Kami tidak ingin berandai-andai karena kami hanya berdasarkan fakta saja,” ucap Edy. (MJ-24)
    

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 27 = 28

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.