Tim Gabungan BNNP Tangkap Pengedar Brownis Rasa Ganja

Modus Baru- Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan saat memberikan penjelasan peredaran ganja yang dikemas dalam bentuk Brownis dalam gelar kasus di Mapolres Jepara dengan tersangka FES (24) kemarin. (ist)

JEPARA,METROJATENG.COM- Berbagai cara dilakukan pengedar ganja untuk menjual barang terlarang, termasuk diantaranya mencampur ganja dengan adonan roti  seperti brownis dan cookis. Berkat kejelian petugas gabungan dari Polres Jepara, BNNP Jateng dan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY berhasil dibongkar.

Petugas gabungan ini berhasil menangkap tersangka  Fes(24) warga dukuh Pesajen,Demaan, Jepara, yang kini diamankan petugas. Modus operandi ganja model baru ini  terungkap pada gelar kasus, di Mapolres Jepara, kemarin.

” Peredaran narkoba jenis ganja dalam bentuk brownis/cookies ini merupakan modus baru yang ada di Jawa Tengah. Pengedar berkreasi dan memanfaatkan situasi Pandemi Covid 19 dengan melayanipembelian brownis/cookies rasa ganja secara online”, ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawanpada gelar kasus di Mapolres Jepara.

Ia menyebutkan atas peredaran ganja model baru selain menangkap tersangka Fes(24)warga dukuh Pesajen,Demaan, Jepara, juga menyita beberapa barang bukti. Diantaranya 1 paket narkotika jenis ganja terbungkus plastik klip tertulis goodshit, paket ganja di dalam aluminium foil terbungkus plastik hitam berlakban bening.  Dua paket  brownies diduga mengandung narkotika jenis ganja, tiga paket cookies diduga mengandung narkotika jenis ganja,ganjang kering dalam toples kaca.

Selain itu, buah kompor gas, teflon, satu  paket margarine sisa pakai dan satu  paket tepung terigu sisa pakai.Pemasaran brownis rasa ganja dilakukan tersangka lewat on line ini  tidak saja di wilayah Jepara,Kudus, Semarang,tapi sampai Jakarta. Harga brownis/cookies ganja 1 paket Rp. 400.000 berisi 6 potong.Adapun efek dari brownis/cookies ganja disebutkan dua  kali lebih terasa dibandingkan jika ganja tersebut dinikmati dengan cara dihisap (rokok). Efeknya baru akan terasa 1 jam setelah brownis/cookies dikonsumsi.

Kepala BNNP Jateng menyebutkan  terungkapnya peredaran brownis ganja di tengah pandemi covid-19 berawal  dari informasi tentang adanya paket diduga narkotika berisi ganja dari Makasar keJepara. Atas informasi itu tidak disia-siakan. BNNP Jateng bersama Bea dan Cukai Kanwil Jateng-DIY,  Kantor Bea dqn Cukai Kudus dan  Satresnarkoba Polres Jepara sesuai informasi pengiriman paket pada Senin(27/7) siang bergerak menangkap Fes saat menerima paket barang haram di depan rumahnya dukuh Pesajen Kel. Demaan Rt. 03 Rw. 04 Kec. Jepara Kab. Jepara.

Paket dari Makasar berisi baju dan Narkotika jenis ganjaseberat 6,1 gram. Setelah dilalukan pengembangan, di dalam rumah tersangka berhasil disita ganja yang terbungkus aluminium foil dan ganja yang tersimpan di dalam toples. Selain itu juga terdapat 2 paket brownisdan 3 paket cookies yang terbuat dari ganja dan siap untuk diedarkan.

Tersangka Fes mengaku terus terang atas perbuatanya. Ia menyebutkan pembuatan brownis maupun  cookis rasa ganja berawal daun ganja diekstrak dengan cara dimasak seperti membuat kue brownis biasa. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.