Tim BNNP Tangkap 8 Tersangaka Narkoba , Dua Napi Edarkan Sabu Dan Pil ‘Gedhek’ Dari Dalam LP

Barang Bukti- Kepala.BNNP Jateng Benny Gunawan,Ka Kanwil Kumham.Jatemg Priyadi menunjukkan barang bukti sabu dan pil ‘ekstasi.(TYA)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM- Sulistiyono alias Cuplis(49),warga binaan LP Pati tidak kapok tetap mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu dan pil ‘gedhek’ekstasi di luar tembok LP. Terbongkarnya kedok Cuplis setelah ‘dicokot’ kaki tangannya,AS alias Bambang Pithik(48) yang tertangkap disertai barang bukti 102 gram sabu dan 50 butir ekstasi pada dini Kamis  16 Juli lalu di rumah kosong jalan Bima IV Serengan kota Surakarta.

‘ Kami bekerja sama dengan Kanwil Kumham Jateng dan pihak LP Pati dari pengembangan penangkapan tersangka Pithik lalu menciduk   napi Cuplis di LP Pati”,ungkap Kepala.BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan pada gelar kasus, Selasa kemarin di kantor BNNP, jalan Madukoro Semarang.

Sebelumnya, BNNP Jateng bekerj sama dengan BNNK Surakarta, juga membongkar sindikat peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda melibatkan napi. Kali ini, napi yang nekad mengendalikan narkoba bernama Leo Elyaraso(42), penghuni LP Klaten. Leo ditangkap menyusul anak buahnya NVT(28) warga Prambanan Klaten yang tertangkap di Kadilangu,Baki Sukoharjo disertai barang bukti tidak kurang 50 gram sabu.

Terungkapnya dua kasus narkoba terakhir di Klaten dan Sukoharjo, membuktikan bahwa pada umumnya Jateng dan  khususnya Solo Raya menjadi sasaran peredaran sabu maupun ekstasi. Narkoba didatangkan dari berbagai penjuru luar Jawa maupun dari Jakarta dan Surabaya.

Selain itu juga ditangkap tersangka AW (42) dan AF (44) keduanya warga pati  yang berhasil ditangkap di Kabupaten Batang. Sedangkan untuk kelompok Banyaumas berhasil ditangkap tersangka SGY (44) warga Cilongok Banyumas dengan barang bukti berbagai paket sabu sabu dengan total 172,46 gram, 50 butir pil ekstasi, 12 HP, 2 unit sepeda motor dan 1 unit truk.

Ka Kanwil Kumham Jateng Priyadi menyampaikan rasa prihatin masih banyaknya peredaran narkoba di tengah masyarakat. Keprihatinan itu, lebih lebih  banyak terungkap peredaran narkoba dikendalikan napi di dalam LP.

“Sekarang ini jumlah anak binaan di seluruh LP se Jateng, termasuk di Nusakambangan mencapai 11 ribu dan sekitar 50 persennya tahanan kasus narkoba”, ungkap Kepala.BNNP Jateng Benny Gunawan.

Ia mengakui masih banyak napi kasus narkoba yang tidak jera  dengan bantuan kaki tanganya di luar LP masih mengendalikan peredaran narkoba.Untuk menekan agar kasus narkoba melibatkan napi telah dilakukan berbagai upaya selain menggalakkan rasia di dalam LP, juga memperketat pengawasan bagi orang yang bezuk napi. Pengawasan terhadap kemungkinan barang terlarang, seperti narkoba maupun ponsel masuk ke dalam LP.

Priyadi yang berjanji dalam memberantas peredaran  narkoba terus meningkatlan kerja dengan BNNP Jateng memperailahkan LP Nusakambangan menjadi pusat tahanan bagi napi kasus  narkoba. “Semua napi kasus narkoba baik pengedar, masyatakat maupun oknum pegawai silahkan di tahan di Pulau Nusakambangan. Di sana ada tiga LP khusus, salah satunya untuk teroris”, jelas Ka Kanwil Kumham sambil menyebutkan di tiap LP tidak akan penuh. Bahkan,ada yang satu kamar untuk satu napi.

“Dengan di Nusakambangkannya orang orang, termasuk oknum pegawai yang terlibat barang haram narkoba diharpakan menjadi jera. Tidak lagi bermain narkoba,” tambahnya. (tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.