Tilang Elektronik Picu Pengendara Disiplin

Daerah pinggiran juga perlu CCTV untuk memantau pelanggaran lalu lintas dan pencegahan kriminalitas.

SEMARANG- Penerapan kembali tilang elektronik diharapkan memicu pengendara disiplin di jalan raya. Pada tahun 2017 telah diterapkan tilang itu, tapi tak berlanjut. Tilang ini mulai lagi bejrlan sejak Senin (3/12/2018) di empat titik Kota Semarang.

Razia polisi satuan lalu lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang, Jumat (2/11/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menyoroti program tilang elektronik atau electronic traffic law enfforcement (ETLE) yang sempat terhenti. Dia meminta agar program ini konsisten.

“Mungkin saat itu sosialisasinya kurang. Apalagi masyarakat itu tahunya yang melanggar dipantau CCTV dan didatangi polisi serta ditagih di rumah. Tentu ini tidak sesuai mekanisme yang ada,” kata Supriyadi, Selasa (11/12/2018).

Prosedur tilang itu, katanya, dimulai dari identifikasi pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar terekam CCTV milik Dinas Perhubungan Kota Semarang. Lalu, pelat nomor pengendara terdeteksi.

Selanjutnya akan diketahui data pemilik kendaraan dan pemilik kendaraan harus melakukan konfirmasi dan menyelesaikan denda tilang.

Data pelanggar tersebut akan diserahkan ke Satlantas Polrestabes Semarang untuk diproses. Sementara penyelesaian tilang melalui BRI, sehingga denda langsung masuk kas negara, tidak melalui petugas Polri dan pemkot.

Supriyadi berharap, dengan sistem yang baru ini bisa lebih lancar pelaksanaannya dan masyarakat dibuat mudah membayarna. Penerapan tilang ini akan membantu kepolisian dan pemkot untuk mengajak masyarakat membiasakan diri disiplin berkendara.

Tidak hanya membantu memantau pelanggar lalu-lintas saja, tetapi melalui CCTV ini bisa sekaligus memantau terjadinya tindak kriminalitas yang kerap terjadi di jalanan Kota Semarang, misalnya begal jalanan.

“Ini menunjukkan adanya terobosan yang baik. Pemkot bisa mengingatkan ke masyarakat secara langsung menggunakan pengeras suara atas pantauan melalui CCTV. Diharapkan nanti bisa menurunkan tingkat pelanggaran,” ungkap dia.

Meski begitu, dia berharap agar pelaksanaannya perlu dilakukan bersama-sama. Hal itu untuk mengantisipasi atau mengurangi terjadinya praktik pungli. “Nantinya jumlah kamera CCTV ini harus ditambah,” katanya.

Sebab, adanya CCTV ini tidak hanya membantu memantau terjadinya pelanggaran lalu-lintas saja, tetapi juga bisa membantu memantau tindak kejahatan atau kriminalitas di jalanan.

“CCTV ini penting dan banyak manfaat. Tidak hanya di pusat kota, di wilayah pinggiran kota juga perlu adanya fasilitas CCTV,” ujarnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.