Tiga Siswi Tewas di Kolam Renang, Kadisdik: Ujian Praktik Resmi dari Sekolah

Olahraga renang tersebut menjadi salah satu materi penilaian ujian yang ditetapkan oleh pihak SMPN 25 Semarang.

Ilustrasi. (foto: pixabay.com)

SEMARANG – Kegiatan ujian praktik renang yang mengakibatkan tiga siswi SMP Negeri 25 Semarang tewas merupakan kegiatan resmi dari sekolah. Kegiatan di kolam renang Paradise Club tersebut diikuti oleh 148 siswa dan didampingi oleh dua guru dibantu pengawas kolam renang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Sabtu (16/2/2019).

“Kegiatan itu resmi dari sekolah dan merupakan penilaian ujian praktik yang diikuti oleh kelas IX. Didampingi oleh dua guru olahraga. Renang menjadi salah satu penilaian ujian, kebijakan itu diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah,” katanya saat dikonfirmasi.

Terkait jumlah guru pendamping tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ikut ujian, Gunawan menyatakan saat pelaksanaan guru pendamping dibantu oleh pengawas dari pengelola kolam renang. “Itu kan dibantu pengawas kolam renang,” ungkapnya.

Sementara mengenai kronologis kejadian, Gunawan menyebutkan ketiga siswi yang meninggal tersebut terpisah dari rekan-rekannya. Setelah itu ditemukan berada di kedalaman 2,75 meter. Kronologis tersebut didapat Gunawan dari salah satu guru pendamping, Suyono.

“Kronologis lebih jelasnya mungkin bisa ditanyakan kepada polisi. Sementara yang menjalani pemeriksaan di Polsek Semarang Utara ada dua orang,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga siswi SMP Negeri 25 Semarang bernama Jihan, Mutiara, dan Tasya ditemukan tenggelam di kolam renang Paradise Club Semarang. Ketiganya tenggelam saat mengikuti rangkaian ujian praktik renang di lokasi. Dua guru yang mendampingi kegiatan diketahui bernama Suyono dan Eri Prima. Polisi saat ini masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru pendamping dalam kegiatan tersebut. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.