Tiga Siswi SMP Tewas Tenggelam saat Ujian Praktik di Kolam Renang

Ada sebanyak 148 siswa yang ikut kegiatan ujian praktik di kolam renang tersebut. Sedangkan guru pendamping hanya dua orang.

Ilustrasi.

SEMARANG – Tiga siswi kelas IX SMP Negeri 25 Semarang tewas tenggelam di kolam renang Paradise Club, Jalan Utari I, Kompleks Perumahan Indraprasta, Semarang Utara, Sabtu (16/2/2019). Diduga ketiganya tenggelam saat mengikuti kegiatan ujian praktik yang diselenggarakan pihak sekolah.

Ketiga pelajar tersebut di antaranya Jihan Rif’at (15), warga Kuningan, Semarang Utara, Mutiara L (15), warga Bandarharjo, Semarang Utara, dan Tasya Alifia (15), warga Jalan Banowati, Bulu Lor, Semarang Utara. Ketiganya langsung dimakamkan setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut berawal saat 148 siswa SMP Negeri 25 Semarang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Kegiatan yang digelar di kolam renang Paradise Club Semarang tersebut diadakan dalam rangka penilaian menjelang ujian kelas IX. Di tengah kegiatan, tiga korban diketahui tenggelam pada kedalaman sekitar 2,75 meter.

“Keterangan yang kami peroleh, ada 148 siswa yang ikut kegiatan dan hanya ada 2 guru yang mendampingi. Diduga ketiganya korban tidak terpantau saat berada di kedalaman 2,75 meter,” kata Kapolsek Semarang Utara Kompol I Made Sapru saat dikonfirmasi, Sabtu (16/2/2019) sore.

Setelah itu, ketiga korban diangkat dari kolam renang dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama. Namun nyawa ketiganya tidak terselamatkan.

Petugas Polsek Semarang Utara yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi untuk meminta keterangan sejumlah saksi. Petugas juga membawa pengelola kolam renang dan 2 guru pendamping kegiatan ke Mapolsek Semarang Utara untuk dimintai keterangan.

“Guru pendamping dan pengelola kolam renang kami minta keterangan. Kami akan dalami SOP di kolam renang. Berapa kapasitas maksimal pengunjung, lalu apakah jumlah siswa sebanding dengan jumlah guru pendamping,” ungkapnya.

Sapru menambahkan, apabila nanti didapati unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut, polisi akan memproses kasus tersebut ke tahap berikutnya. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.