Tiga Mahasiswa USM Magang di KJRI Penang Malaysia

Program magang internasional ini, semoga bisa memberikan manfaat positif bagi mahasiswa USM dan WNI di Malaysia.

SEMARANG- Tiga mahasiswa Universitas Semarang (USM) ikut magang di KJRI Penang, Malaysia sebulan penuh. Tujuannya untuk membantu kedutaan mengatasi masalah yang kerap membelit para tenaga kerja Indonesia yang sedang mencari peruntungan di negeri jiran.

Seorang mahasiswi USM saat interview di Malaysia. Foto: metrojateng.com/dokumentasi

Ketiga mahasiswa USM, Ajeng Arianta Aryan Putri dari Fakultas Psikologi, Selly Yunita dari Fakultas Ekonomi, dan Ikka Yuhria Larasati dari Fakultas TIK.

Menurut Ketua International Volunteer and Internship Programs (IVI Pro) USM, Dini Anggraheni mengatakan, kegiatan ini dilakukan selama satu bulan dan berakhir pada akhir bulan ini.

Program yang dilakukan membantu administrasi WNI di Penang Malaysia dan wawancara terkait pengaduan permasalahan terkait pekerjaan.

Ajeng Arianta Aryan Putri dan Ikka Yuhria Larasati ditempatkan di bagian konsuler yang menangani perlindungan dan pelayanan WNI seperti wawancara TKI, pembuatan paspor, dokumen TKI serta wawancara pengaduan TKI yang mengalami kekerasan oleh majikan.

Sedangkan Selly di tempatkan di bagian imigrasi yang bertugas membantu kelancaran pembuatan paspor, perpanjangan paspor serta membantu kelancaran TKI terkait dokumen keimigrasian.

“Program magang internasional ini, semoga bisa memberikan manfaat positif bagi mahasiswa USM dan WNI di Malaysia. Mahasiswa bisa menambah keterampilan mereka sebelum lulus, sehingga menjadi bekal mereka sebelum bekerja,” ungkap Dini melalui rilis kepada metrojateng.com, Jumat (28/12/2018).

Sementara dari pihak KJRI Penang, kata Dini, berharap USM juga bisa melakukan sebagaimana yang telah dilakukan USM dengan KJRI Johor Bahru.

Mereka meminta penyuluhan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman bagi masyarakat desa mengenai TKI ilegal di Malaysia melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Termasuk memberi penyuluhan tentang nasib TKI ilegal dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Konjen dan TKI yang bersangkutan, agar tidak lagi ada warga negara Indonesia yang menjadi TKI melalui jalur ilegal.

Selain KJRI Penang, katanya kampusnya juga bekerjasama dengan KJRI Johor Bahru. Keduanya melakukan berbagai kegiatan seperti pendampingan TKI di Malaysia, dan sebelumnya USM juga mengirim tiga mahasiswa untuk melakukan magang internasional di Thailand.

Jalin Kerjasama Lintas Negara

Rektor Universitas Semarang, Andy Kridasusila melakukan kunjungan ke Universitas Sains Malaysia untuk memperkuat kerja sama pada bidang Tri Dharma perguruan tinggi.

Kunjungan diterima oleh Pengurus International Mobility & Collaboration Center (IMCC) USM Malaysia Dr Muhizam Musaf dan Dr Aizat.

Andy mengatakan, kunjungan itu menghasilkan inisiasi kerjasama antar USM Indonesia dan Universitas Saint Malaysia terkait penelitian bersama.

“Dengan kunjungan ini kerja sama antara USM Semarang dan USM Malaysia bisa diperkuat dengan adanya MoU terkait tri dharma perguruann tinggi yang meliputi kerja sama penelitian, pertukaran mahasiswa dan lainnya,” tuturnya.

Para dosen USM yang sudah memiliki artikel ilmiah bisa melakukan percepatan guru besar dengan mengikuti pelatihan akademik untuk profesor. Di Universitas Saint Malaysia, mereka akan melakukan konsultasi terkait artikel agar bisa terbit dan terindeks Scopus guna menunjang percepatan guru besar. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.